Lamongan, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Lamongan fokus memberikan edukasi keselamatan lalu lintas dan menegakkan hukum berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dalam Operasi Keselamatan Semeru yang digelar mulai 2-15 Februari 2026.
Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Lamongan Kompol Jodi Indrawan mengatakan operasi tersebut melibatkan 92 personel gabungan dari Polres, Kodim 0812/Lamongan, Subden Polisi Militer (Pom), Garnisun, dan Dinas Perhubungan setempat.
“Fokus utama operasi ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat dan memanfaatkan ETLE untuk penegakan hukum yang objektif, adil, dan transparan,” kata Kompol Jodi di Lamongan, Jawa Timur, Senin.
Dia menjelaskan operasi digelar selama 14 hari tersebut, bertujuan menekan pelanggaran, mencegah kecelakaan, dan meningkatkan kelancaran arus lalu lintas.
Menurut dia, edukasi kepada masyarakat dilakukan melalui media sosial, media massa, dan sosialisasi langsung kepada pengguna jalan. Selain itu dia menjelaskan bahwa patroli juga diperkuat di titik rawan pelanggaran maupun potensi kecelakaan.
“Penindakan tetap dilakukan secara selektif dan humanis agar masyarakat memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas, bukan sekadar takut ditilang,” ujarnya.
Kompol Jodi menekankan kepada seluruh personel agar dapat bekerja profesional, mengutamakan keselamatan masyarakat, serta memperkuat sinergi dengan instansi terkait.
Melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polres Lamongan berharap terciptanya lalu lintas yang tertib dan aman sebagai persiapan menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 2026.







