UT Siapkan 20 Ribu Beasiswa, Mahasiswa Jalur SNBP Bisa Kuliah Gratis!
February 03, 2026 10:22 AM

 

TRIBUN-TIMUR.COM  – Universitas Terbuka (UT) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Indonesia. 

Pada tahun 2026, UT menyiapkan 20.000 kuota beasiswa yang bersumber dari berbagai pihak, mulai dari internal UT hingga mitra pemerintah dan swasta.

Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., mengatakan bahwa puluhan ribu beasiswa tersebut dialokasikan untuk membantu mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi.

“Tahun ini kami menganggarkan sekitar 20 ribu beasiswa yang berasal dari berbagai sumber,” ujar Ali usai acara Wisuda UT Periode I Tahun 2026 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Minggu (1/2/2026).

Dari total kuota tersebut, sekitar 5.000 beasiswa dialokasikan khusus untuk meringankan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa.

 Sementara sisanya berasal dari kerja sama UT dengan sejumlah mitra, antara lain HIPKA, pemerintah daerah, Bank Himbara, IKA UT, serta berbagai mitra swasta di seluruh Indonesia.

Mahasiswa SNBP Berpeluang Beasiswa Penuh

UT juga memberi perhatian khusus kepada mahasiswa yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Menurut Ali, mahasiswa jalur SNBP UT memiliki peluang besar untuk memperoleh beasiswa penuh hingga delapan semester.

“Keunikan SNBP UT adalah jangkauannya yang tersebar luas di seluruh Indonesia. Saat ini UT memiliki empat UT daerah pelaksana SNBP yang mencakup sekitar 250 kota, dan seluruh mahasiswa jalur ini berkesempatan mendapatkan beasiswa penuh,” jelasnya.

Di UT Daerah Makassar, jalur SNBP menjadi salah satu pintu masuk strategis bagi lulusan SMA/SMK sederajat di Sulawesi Selatan dan sekitarnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi secara terjangkau dan fleksibel.

Sistem Pembelajaran Jarak Jauh Tetap Berkualitas

Wakil Rektor Bidang Akademik UT, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., menambahkan bahwa sistem pembelajaran di UT berbeda dengan perguruan tinggi konvensional.

“Mahasiswa UT tidak harus datang ke kampus setiap hari. Mereka belajar dari tempat masing-masing dengan sistem pembelajaran jarak jauh,” ujarnya.

Meski sebagian besar perkuliahan dilaksanakan secara daring, Rektor UT menegaskan kualitas pembelajaran tetap terjaga.

Seluruh materi kuliah disusun secara sistematis dalam Buku Materi Pokok (BMP) yang memungkinkan mahasiswa belajar secara self instruction, melakukan self assessment, serta mengerjakan tugas mandiri dan tes formatif.

“Mahasiswa UT dituntut siap belajar mandiri, tetapi tetap terstruktur. Ada 16 minggu pembelajaran, minggu pertama mahasiswa sudah harus mulai membaca modul,” tutur Ali.

UT Daerah Makassar terus mendorong masyarakat Sulawesi Selatan untuk memanfaatkan berbagai skema beasiswa ini sebagai peluang melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kawasan Indonesia Timur.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.