Penjelasan BMKG Soal Pemicu Hujan Es di Batui Selatan Banggai
February 03, 2026 10:29 AM

TRIBUNPALU.COM - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Banggai menjelaskan faktor yang menyebabkan terjadinya Hujan Es di Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Prakirawan BMKG Banggai, Arsyil Majid Dida Himawan mengatakan, Hujan Es terjadi akibat adanya awan Cumulonimbus di atas Batui Selatan.

Arsyil Majid mengatakan bahwa suhu di puncak awan saat kejadian mencapai titik ekstrem antara minus 80 hingga 100 derajat Celsius.

"Hal inilah yang menyebabkan Hujan Es," katanya Arsyil Majid Dida Himawan kepada TribunPalu.com, Senin (2/2/2026).

Baca juga: Tingkatkan Literasi Kesehatan, CV Anugerah Perdana Beri Edukasi Awareness Kanker

Kondisi atmosfer yang labil di langit Banggai menyebabkan butiran es jatuh ke pemukiman warga di Desa Masing dan Bonebalantak tanpa sempat mencair.

BMKG menyebutkan bahwa dorongan suhu panas yang kuat di wilayah Batui Selatan menjadi pemicu terjadinya penguapan ekstrem sebelum hujan es turun.

"Jadinya menguap," ujar prakirawan asal Brebes, Jawa Tengah ini. 

Pantauan monitor BMKG menunjukkan adanya awan menjulang tinggi yang telah mencapai titik beku sempurna hingga membentuk bongkahan es di atmosfer.

Fenomena Langka Hujan Es terjadi di Batui Selatan, BMKG Luwuk Ungkap Penyebab dan Imbauan Warga
Fenomena Langka Hujan Es terjadi di Batui Selatan, BMKG Luwuk Ungkap pemicunya. (Handover/Handover)

Sifat fenomena hujan es di Desa Masing dan Bonebalantak dikategorikan sebagai fenomena cuaca lokal yang tidak meluas ke kecamatan sekitarnya.

Arsyil Majid Dida Himawan, prakirawan BMKG Banggai, menjelaskan bahwa butiran es tersebut berasal dari uap air yang membeku di lapisan atmosfer yang sangat tinggi.

BMKG memaparkan bahwa saat awan Cumulonimbus tidak lagi mampu menahan beban es, kristal tersebut jatuh dengan cepat menuju permukaan bumi.

Baca juga: Polda Sulteng Terjunkan 1.020 Personel dalam Operasi Tinombala 2026, Berlangsung 14 Hari

Meskipun melewati lapisan udara panas, bongkahan es yang besar di langit Banggai tetap mendarat di tanah dalam bentuk butiran kecil yang padat.

"Karena bongkahan es terlalu besar, sampai di permukaan tanah menjadi butir-butir," tuturnya.

Ia mengingatkan, biasanya bila ada awan Cumulonimbus, terjadi angin kencang. 

"Ini juga perlu diwaspadai," tuturnya.

Berdasarkan data pos pemantauan di Desa Sinorang, intensitas hujan saat fenomena es terjadi tercatat sebesar 25 milimeter atau masuk kategori sedang.

Baca juga: Tekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja Sulteng Dukung Operasi Keselamatan Tinombala 2026

Fenomena Hujan Es

Sebelumnya, warga Desa Bonebalantak, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dikejutkan oleh fenomena alam yakni hujan es, Minggu (1/2/2026).

Lebih mencengangkan, es turun memiliki bentuk unik seperti kelereng.

Hal itu langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan warga dan di media sosial.

Berdasarkan postingan akun Facebook Risda Pabilla, Minggu (1/2/2026), peristiwa langka ini terjadi sekitar pukul 14.00 WITA, saat cuaca panas menyengat sejak pagi hari.

"Fenomena langka terjadi di Kecamatan batui selatan, Hujan Es Batuuuuu," tulisnya.

Hujan es yang jatuh dalam ukuran kecil, dengan diameter sekitar 1-2 cm, tampak berwarna putih jernih, mirip kelereng dan cukup keras. 

Suara benturan es mengenai atap rumah terdengar jelas, bahkan beberapa warga melaporkan bahwa es yang jatuh cukup berat hingga menyebabkan kebocoran pada beberapa atap rumah.(*)

Update informasi lainnya di Facebook, Instagram, Tiktok dan WA Channel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.