TRIBUNSUMSEL.COM,BANYUASIN - Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan upaya peningkatan sumber daya manusia melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dengan salah satu program sertifikasi kompetensi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementan dalam melakukan regenerasi petani dan penyediaan tenaga kerja teknis yang profesional.
Menteri Pertanian ( Mentan ) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pendidikan vokasi adalah kunci utama transformasi pertanian.
"Kita butuh anak muda yang tidak hanya punya ijazah, tapi juga punya skill dan sertifikasi. Sertifikasi Kompetensi adalah bukti bahwa mereka adalah tenaga profesional yang siap mengoperasikan teknologi pertanian modern dan membawa Indonesia menuju swasembada pangan," tegas Mentan Amran .
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa kualitas SDM adalah Penggerak utama untuk sektor pertanian.
"Melalui sertifikasi ini memastikan setiap lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki standar kompetensi yang sama dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dan juga menjadi pencipta lapangan kerja di sektor agribisnis," jelas Idha.
Sertifikasi Kompetensi memberikan keahlian sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia ( SKKNI) pada peserta didik yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui uji kompetensi yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian.
SMK Pertanian Pembangunan Negeri ( SMK PPN) Sembawa kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak tenaga kerja agribisnis yang kompeten dan siap pakai.
Dengan menggelar Uji Sertifikasi Kompetensi bagi siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026.
Baca juga: Jalin Kerjasama dengan SMK PP Sembawa, PT SBA Wood Industries Cari SDM Kompeten
Sertifikasi Profesi Tenaga Terampil Teknis Pertanian bagi peserta didik SMK PPN Sembawa di laksanakan di TUK SMK PPN Sembawa.
Asesmen ini diikuti sebanyak 153 siswa yang terdiri dari dua sesi, sesi pertama di laksanakan pada tanggal 1- 4 Februari 2026 bagi prodi ATP dan ATU.
Sesi kedua mulai tanggal 4-7 Februari 2026 untuk prodi ATPH dan APHP. Adapun kegiatan dilaksanakan di kampus dan lahan praktek SMK PP Negeri Sembawa.
Dalam Pembukaan uji sertifikasi Kompetensi di Aula, Senin (02/02/2026). Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso menyampaikan dimana ujian ini merupakan asesmen terhadap pencapaian dari siswa dalam hal untuk mengukur kompetensi peserta didik yang telah melaksanakan proses belajar sesuai dengan keahlian yang dilaksanakan selama pendidikan.
"Sebagai pengakuan dari kompetensi siswa bahwa siswa SMK PPN Sembawa memiliki kompeten dalam hal apa yang diujikan kompetensi nanti. Kami ingin siswa kami lulus sertifikasi Kompetensi yang diterbitkan oleh BNSP. Ini adalah jaminan kualitas bagi dunia industri bahwa siswa kami benar-benar terampil, " ungkap Budi.
Perwakilan dari Asesor, Binsar Simatupang menyampaikan bahwa sertifikasi bukanlah sekedar kegiatan formal atau administratif belaka ini adalah proses pengakuan resmi atas skill atau kemampuan, keterampilan, dan sikap kerja yang ditempa melalui proses pendidikan.
"Lulusan vokasi pertanian harus memiliki kompetensi yang standar, terukur dan diakui, begitu siswa telah selesai pendidikan, peserta didik sudah memiliki legal formal pengakuan yaitu ijazah dan surat sertifikasi kompetensi yang langsung dari BNSP yang menjadi bekal kuat bagi para siswa untuk berkarier di dunia industri maupun berwirausaha secara mandiri" jelas Binsar.
Kepala TUK, Farulian Purba menjelaskan adapun asesmen kali ini dilakukan oleh asesor dari LSP Pertanian Kementerian Pertanian berjumlah 15 orang Asesor terdiri dari 6 asesor untuk siswa prodi ATP, 3 asesor untuk siswa prodi ATU, 3 Asesor untuk siswa prodi ATPH, dan 3 asesor untuk siswa prodi APHP.
Dengan 7 skema yang akan diujikan diantaranya Prodi ATP dengan skema Mandor Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit sebanyak 28 siswa, Mandor Pemanenan Kelapa Sawit 35 siswa.
Prodi ATPH dengan skema Pembudidayaan Tanaman Sayuran sebanyak 32 siswa, Prodi ATU dengan Skema Operator Kesehatan Unggas/ Vaksinator 20 siswa, Operator Kandang Unggas Pedaging 8 siswa, dan Prodi APHP dengan Skema Pembuatan Susu Kedelai sebanyak 20 siswa, dan Pembuatan Tempe 10 siswa,"paparnya.