TRIBUNJATIM.COM - Para tokoh pendekar hadiri persiapan Parapatan Luhur 2026.
Mereka diundang untuk berkumpul di Polres Madiun Kota, Senin sore (2/2/2026).
Sejumlah tokoh tergabung dalam Paguyuban Perguruan Pencak Silat Kabupaten/Kota Madiun.
Kegiatan tersebut digelar setiap 5 tahun sekali oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).
Baca juga: Kasus Pengeroyokan di Kediri Naik Dua Kali Lipat pada 2025, Berkaitan dengan Oknum Anggota Silat
Ketua Paguyuban Perguruan Pencak Silat Kabupaten/Kota Madiun, R Moerdjoko, mengatakan Parapatan Luhur akan diikuti 375 cabang dalam negeri dan cabang dari 35 negara.
“Pelaksanaan Parapatan Luhur 3 hari. Mulai Jumat malam pembukaan, dilanjut sidang hari Sabtu dan Minggu,” ujar R Moerdjoko.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Parapatan Luhur melibatkan aparat keamanan, baik Polri maupun TNI, dan Satgas Sentot Prawirodirjo yang beranggotakan paguyuban tersebut.
“Satgas ini gabungan dari 15 perguruan yang ada di kota maupun kabupaten. Nantinya, para perwakilan masing-masing perguruan akan mengirimkan daftar nama untuk menjadi anggota satgas,” bebernya.
Dirinya menambahkan, keberadaan satgas tersebut merupakan bentuk sinergitas keamanan antara Polri, TNI, bersama Paguyuban Pencak Silat yang ada di Madiun.
“Sesuai permintaan dari kepolisian sebanyak 107 personel. Nanti menempati titik-titik bersama dengan aparat keamanan baik TNI maupun Polri,” imbuhnya.
Melalui Parapatan Luhur, lanjut ia, tentunya akan dilakukan evaluasi pelaksanaan program kerja selama 5 tahun lalu.
“Sekaligus membahas rencana program kerja 5 tahun ke depan,” tandasnya.