Tak Hanya Satu, Ada 2 Pria di Jambon Ponorogo Dikurung dalam Kerangkeng Besi, Dinkes: Repasung
February 03, 2026 11:14 AM

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Rupanya, Hananto (45) tak hanya satu-satunya warga Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jatim yang hidup dikurung dalam kerangkeng besi.

Data terhimpun, ada dua warga Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jatim yang hidup di kerangkeng besi.

Kedua warga itu adalah Hananto dan Majid.

Lokasi keduanya hanya berbeda sekitar 1,5 kilometer. Namun nasib mereka sama, hidup dikerangkeng karena dianggap membahayakan.

Baca juga: Update Pembunuhan Janda di Ponorogo: Pelaku Terdeteksi di Gunung Kidul, Diduga Ceburkan Diri ke Laut

Baik Hananto maupun Majid sama-sama dikerangkeng sejak belasan tahun lalu. Tepatnya tahun 2014 lalu. 

Hal ini terungkap dari Dinas Kesehatan (Dinkes Ponorogo)

Dinkes Ponorogo: Fenomena Repasung yang Kompleks

“Ada dua yang masih dipasung (dikerangkeng). Mereka repasung, jadi sebelumnya sudah tidak dipasung tapi ini kembali dipasung,” ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Ponorogo, Anik Setyorini, Selasa (3/2/2026).

Dia menjelaskan sebenarnya, beberapa waktu lalu Pemkab Ponorogo mencanangkan zero pasung. Dari belasan warga yang di pasung sudah dilepaskan satu per satu.

“Ketika 2020 itu tersisa dua ya yang di Desa Sendang Kecamatan Jambon sini. Dua-duanya kami coba bebaskan,” tambah Anik saat dikonfirmasi.

Waktu pembebasan, kata dia, keduanya dirujuk ke pelayanan kesehatan. Dalam hal ini ke poli jiwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo.

Pasca itu, jelas Anik, Hananto dan Majud juga dilakukan rehat di Puskesmas Jiwa di Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jatim.

“Waktu itu kita sudah rujuk, kemudian sudah ada rehatnya di paringan. Kemudian kembali lagi, harapannya sudah kembali ke masyarakat,” urainya.

Namun, setelah kembali ke masyarakat, repasung kembali. “Jadi ada beberapa yang memang setelah sudah bebas pasung sudah dipasung lagi,” terangnya.

Baca juga: Terjadi Lagi, Pria di Ponorogo Dikurung dalam Kandang Besi Selama 12 Tahun, Dianggap Membahayakan

Dia menegaskan bahwa 2025 lalu, Dinkes ingin membebaskan pasung lagi. Petugas Puskesmas juga intens dan melakukan pendekatan.

Menurutnya, untuk Hananto dan Majid telah dilakukan asesment lagi. “Nanti tinggal keputusan keluarga saja. Berkenan atau tidak,” pungkasnya.

Rupanya, Mbah Kirno tak satu-satunya warga Kabupaten Ponorogo, Jatim yang hidup dalam belenggu kerangkeng besi.

Adalah Hananto (45) warga Dukuh Janti, Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jatim yang hidup di balik kerangkeng besi. Padahal bukan pelaku kejahatan.

Pantauan Tribunjatim Network, Senin (2/2/2026), Hananto hidup di kerangkeng besi dengan panjang 2 meter, tinggi 2 meter dan lebar 1.5 meter.

Hananto hidup di belakang rumahnya, lokasinya berdekatan dengan kambing peliharaan keluarganya.

Hananto rupanya telah dikerangkeng mulai 2014 silam, karena dianggap membahayakan. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.