Ekspor Sulbar 2025 Tembus Rp10 Triliun, Tiongkok Masih Jadi Tujuan Utama
February 03, 2026 11:44 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menutup tahun 2025 dengan catatan performa perdagangan luar negeri yang impresif.

Kepala Bagian Umum BPS Sulbar, Chitra Dewi Said, mengatakan nilai ekspor kumulatif Sulbar sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai US$ 643,00 juta atau setara Rp10,09 triliun (asumsi US$ 1 = Rp15.700).

Angka ini menunjukkan pertumbuhan pesat sebesar 46,41 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang tercatat sebesar US$ 439,18 juta atau sekitar Rp6,89 triliun.

Baca juga: Ekspor CPO Melejit, Pendapatan APBN Sulbar 2025 Diklaim Lampaui Target hingga 123 Persen

Baca juga: Dilema Fiskal Sulawesi Barat, Ekspor CPO Melejit Serapan Belanja Modal Terjepit

BPS menyebut sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung utama ekspor di Sulbar.

"Komoditas lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) tercatat menyumbang kontribusi luar biasa sebesar 92,97 persen dari total ekspor, dengan nilai mencapai US$ 597,81 juta atau setara Rp9,38 triliun," ujarnya saat rilis pers di aula BPS Sulbar, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Senin (2/2/2026).

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok tetap menjadi mitra dagang paling strategis bagi Sulbar.

Tiongkok mencatatkan nilai ekspor sebesar US$ 420,72 juta atau Rp6,60 triliun dengan kontribusi 65,43 persen.

Korea Selatan menyusul di posisi kedua dengan nilai US$ 73,99 juta atau setara Rp1,16 triliun.

Filipina berkontribusi sebesar US$ 68,54 juta atau Rp1,07 triliun.

Dominasi Pelabuhan Pantoloan

Meskipun secara administratif berada di Sulbar, sebagian besar aktivitas pemuatan barang ekspor masih dilakukan melalui pelabuhan di luar provinsi.

Pelabuhan Pantoloan (Palu) menjadi titik muat utama dengan nilai US$ 618,85 juta atau setara Rp9,71 triliun, yakni 96,25 persen dari total ekspor.

Sementara itu, Pelabuhan Mamuju mencatatkan aktivitas ekspor sebesar US$ 17,55 juta atau setara Rp275,53 miliar.

Impor Sulbar Turun Drastis

Berbanding terbalik dengan ekspor, nilai impor Sulbar justru mengalami penurunan tajam sebesar 76,11 persen sepanjang 2025.

Total impor selama setahun tercatat hanya sebesar US$ 0,91 juta atau setara Rp14,28 miliar.

Seluruh aktivitas impor tersebut berasal dari Tiongkok dan didominasi oleh komoditas bahan bakar mineral.

Kondisi ini menyebabkan neraca perdagangan Sulbar mengalami surplus besar, karena nilai ekspor yang jauh melampaui nilai impornya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.