TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kecelakaan melibatkan dua mobil pribadi yang diduga menggunakan bahu jalan tol terjadi di ruas Ttol Jagorawi kilometer 31, Bogor, arah ke Jakarta, Minggu (1/2/2026) malam, pukul 22.25.
Insiden tersebut melibatkan SUV Jetour T2 yang terbakar dan sebuah BMW berwarna putih.
Berdasar rekaman video yang beredar di media sosial, BMW warna putih yang dikemudian seorang pria melaju dengan kecepatan tinggi di bahu jalan tol Jagorawi.
Di depannya, melaju sebuah SUV Jetour T2. BMW tersebut menghantam laju SUV tersebut hingga menyebabkan T2 terpental terbang dan kembali ke aspah menghantam guard rail jalan tol lalu terbakar hebat.
Beberapa video di media sosial diunggah oleh akun @dashcam_owners_indonesia, @jabodetabek24info @metrobogor_ menunjukkan sedan BMW tersebut melaju sangat kencang dan menabrak T2 yang sama-sama melintas di bahu jalan.
T2 kemudian terpelanting dengan posisi badan mobil melintang di jalur paling kiri dan langsung terbakar hebat.
Dari tabrakan tersebut membuat T2 melompat, menabrak pembatas jalan hingga akhirnya mobil terbakar dan api langsung melahap seluruh bodi kendaraan.
Kecelakaan tersebut mengungkap fakta yang cukup menarik. Berikut yang dirangkum Tribunnews.com.
1. Unit Baru Serah Terima
Mobil yang terlibat insiden Jetour T2 tersebut diserahkan ke konsumen pada 31 Januari 2026 lewat prosesi hand over oleh PT Jetour Sales Indonesia di Tangerang, Banten.
Baca juga: Main Bahu Jalan, BMW Putih Seruduk Jetour T2 dan Terbakar, Begini Tanggapan Manajemen
Jetour T2 diluncurkan pada bulan November 2025. Saat launching, perusahaan telah memberikan kesempatan pada calon konsumen untuk merasakan performa mobil tersebut.
2. Investigasi
Pasca insiden, Jetour Indonesia menyampaikan pernyataan tertulis kepada media tengah melakukan investasi.
President Director PT Jetour Sales Indonesia Peter Zhang mengatakan, hingga saat ini, penyebab teknis dan kronologi lengkap kejadian masih dalam proses investigasi lebih lanjut.
Baca juga: Pasar Otomotif Melemah, Penjualan Mobil Grup Astra Turun 62.000-an Unit di 2025
"Jetour Indonesia akan menyampaikan hasilnya setelah proses penanganan dan investigasi dinyatakan selesai," ucap Zhang Senin (2/2/2026).
3. Mesin Bensin
Tidak seperti yang diduga banyak warganet, Jetour T2 merupakan mobil berbahan bakar bensin, bukan mobil listrik atau electric vehicle (EV).
Jetour T2 menggendong mesin Kunpeng Power 2.0 TGDI yang mampu menghasilkan tenaga 245 ps dan torsi puncak 375 Nm dengan transmisi otomatis Magna 7-percepatan Dual Clutch (7DCT) dan sistem penggerak empat roda (Intelligent 4WD) untuk performa off-road.