TRIBUNKALTIM.CO, NUSANTARA - Viral Masjid Negara IKN di media sosial setelah ditetapkan sebagai titik pantauan hilal awal puasa untuk pertama kalinya.
Informasi ini dibagikan akun Instagram @kaltimfolks dan langsung menyita perhatian warganet, khususnya masyarakat Kalimantan Timur.
Masjid Negara IKN yang berada di kawasan inti Ibu Kota Nusantara kini resmi menjadi lokasi observasi rukyatul hilal, yakni kegiatan mengamati kemunculan bulan sabit pertama sebagai penentu awal bulan Hijriah, termasuk awal Ramadhan.
Penetapan ini menandai peran baru IKN, tidak hanya sebagai pusat pemerintahan masa depan, tetapi juga sebagai bagian dari agenda keagamaan nasional.
Baca juga: Istana Wakil Presiden di IKN Rampung, Gibran Dijadwalkan Mulai Berkantor Tahun Ini
Unggahan tersebut menuai beragam respons positif dari warganet.
Banyak yang mengapresiasi peran Masjid Negara IKN dalam kegiatan keagamaan nasional.
“Masyaallah, IKN makin terasa hidup dan bermakna," ujar warganet.
Hilal adalah bulan sabit muda yang muncul setelah terjadinya ijtimak (konjungsi bulan dan matahari). Kemunculan hilal menjadi penanda masuknya bulan baru dalam kalender Hijriah.
Sementara rukyatul hilal adalah metode pengamatan langsung hilal menggunakan mata telanjang atau alat optik seperti teleskop.
Hasil rukyat menjadi salah satu dasar Sidang Isbat, yaitu sidang resmi pemerintah untuk menetapkan awal puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dijadwalkan melaksanakan salat Tarawih perdana di Masjid Negara IKN.
Kepastian kehadiran Menag disampaikan langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Ia mengungkapkan bahwa Nasaruddin Umar, yang juga dikenal sebagai tokoh agama nasional, menaruh perhatian khusus untuk dapat melaksanakan ibadah pertama di masjid ini saat pintunya resmi dibuka.
“Kalau Pak Menag penginnya (salat) pertama di sini. Kemarin saya dapat kabar dari Pak Sekjen Kemenag,” ujar Basuki menjawab Kompas.com, Jumat (30/1/2026).
Baca juga: Jelang Penetapan Awal Ramadhan 2026, Masjid Negara IKN Bakal Jadi Lokasi Rukyatul Hilal
Berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektar, Masjid Negara IKN bukan sekadar tempat ibadah, melainkan mahakarya arsitektur yang memadukan spiritualitas, teknologi, dan filosofi kebudayaan.
Berbeda dengan masjid-masjid tradisional yang identik dengan kubah bundar, masjid ini hadir dengan desain organik-futuristik yang mematahkan pakem lama.
Kubah masjid dirancang oleh maestro seni patung Indonesia, I Nyoman Nuarta, dengan bentuk menyerupai lipatan sorban yang dinamis.
Sorban merupakan simbol kehormatan dan kebijaksanaan dalam tradisi Islam, sementara lipatan-lipatan yang mengalir menggambarkan gerak semesta dan perjalanan spiritual manusia.
Dari kejauhan, bangunan seluas 61.596 meter persegi ini tampak seolah “terapung” di atas permukaan air. Efek visual tersebut tercipta karena masjid dikelilingi oleh kolam retensi atau embung buatan.
Kolam ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai sistem pengendali air untuk mencegah genangan di kawasan sekitarnya.
Secara filosofis, air melambangkan kesucian, ketenangan, dan kehidupan.
Masjid Negara IKN dirancang untuk menampung hingga 61.392 jemaah.
Ruang salat utama dibuat tanpa tiang tengah, menciptakan kesan lapang dan tidak terputus. Konsep ini melambangkan hubungan manusia dengan Tuhan yang tidak terhalang oleh batas fisik.
Menara setinggi 99 meter yang menjulang di kompleks masjid melambangkan Asmaul Husna, yakni 99 nama indah Allah dalam ajaran Islam.
Selain itu, kawasan masjid juga dilengkapi dengan perpustakaan digital, ruang pertemuan, serta area komersial untuk UMKM lokal, sehingga fungsi masjid meluas sebagai pusat peradaban, bukan hanya tempat ibadah.
Meski progres pembangunan telah mencapai lebih dari 98 persen, masih ada beberapa detail interior yang harus diselesaikan.
Basuki menjelaskan bahwa tantangan utama kini berada pada penyediaan furnitur dan ornamen estetik.
“Fisiknya saya kira sudah (selesai). Cuma furnitur-nya kan BU (Badan Usaha) tidak siapkan, jadi kami harus siapkan lagi dulu desainnya,” jelas Basuki.
Otorita IKN kini berpacu dengan waktu agar seluruh elemen interior memiliki kualitas setara dengan kemegahan eksterior sebelum Ramadan tiba.
Bagi Basuki, terlaksananya Tarawih menjadi indikator bahwa IKN mulai “bernapas” sebagai kota hidup.
Ia optimistis jika ibadah Tarawih bisa terlaksana, maka salat Idul Fitri pertama di Masjid Negara IKN bukan lagi sekadar impian.
“Saya kira kalau Tarawih sudah (bisa), berarti shalat Id bisa,” tambahnya dengan nada optimistis.
Masjid Negara IKN tidak berdiri sendiri.
Di sekitarnya, terdapat Basilika Nusantara dan rumah ibadah lintas agama lainnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Kehadiran berbagai tempat ibadah ini menjadi pesan kuat bahwa IKN dibangun sebagai suaka toleransi, tempat moderasi beragama tumbuh dalam harmoni.
Dengan dibukanya Masjid Negara IKN melalui Tarawih perdana, Indonesia menegaskan bahwa ibu kota baru bukan hanya pusat administrasi, tetapi juga pusat spiritual, budaya, dan kemanusiaan yang menjunjung nilai keberagaman.
Sumber: https://ikn.kompas.com/read/2026/01/30/221323087/menteri-agama-dijadwalkan-salat-tarawih-perdana-di-masjid-negara-ikn?page=all#page2.