Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Basarnas mengkonfirmasi 45 jenazah warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polri.
Selain itu, ada 14 jenazah lain juga berhasil diidentifikasi yang diduga TNI Marinir.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan hingga Senin (2/2/2026) SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi korban dari area longsor dengan menyerahkan 83 kantung jenazah.
"Total bodypack yang berhasil dievakuasi adalah 83 bodypack, dari 61 korban yang teridentifikasi 45 korban sesuai dalam daftar, kemudian dua korban teridentifikasi namun tidak tercantum dalam pencarian yang diduga tamu saat kejadian, kemudian 14 korban lainnnya teridentifikasi namun namanya tidak termasuk dalam 80 daftar nama pencarian," kata Ade Senin (2/2/2026) sore.
Ade menjelaskan 80 orang yang masuk dalam daftar pencarian merupakan warga Desa Pasirlangu yang dilaporkan hilang dalam peristiwa longsor pada Sabtu (24/1/2026). Ade tak menampik jika ada orang-orang dari luar yang sedang bertamu hingga menjadi korban longsor.
Baca juga: Pengungsi Longsor Cisarua Mulai Kembali ke Rumah, Aula Desa Kini Sudah Kosong
Di ketahui, selain warga sipil, ada 23 TNI Marinir yang dikonfirmasi sebagai korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
"80 korban daftar pencarian itu adalah data penduduk, jadi temuan SAR gabungan kemudian diidentifikasi DVI itu ada daftar nama yang tidak masuk dalam 80 korban daftar pencarian itu, artinya pas kejadian mungkin ada di luar warga setempat, orang yang sedang bertamu," ujar Ade.
Saat ini SAR gabungan fokus terhadap proses pencarian jasad yang kemudian akan diserahkan ke Tim DVI Polri.
Hasil identifikasi DVI akan mengungkap identitas korban yang telah dievakuasi dari area longsor.
"Tim DVI yang akan bisa menentukan siapa saja nama-nama korban itu, itu tim DVI yang berhak menyampaikan," tandasnya.
Sebelumnya, Sebanyak 45 jenazah warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang menjadi korban longsor telah berhasil diidentifikasi.
Jenazah mereka ditemukan tertimbun material longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026).
"Dari total 80 warga yang masuk dalam daftar pencarian, sudah 45 yang sudah berhasil diidentifikasi. Sebanyak 45 korban itu sesuai dalam daftar pencarian" kata Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana di Posko Basarnas, Senin (2/2/2026).
Baca juga: Decak Kagum Layvin Kurzawa Atas Sambutan Bobotoh: Istri Saya Menangis Terharu karena Ini Luar Biasa
Dalam sepuluh hari pencarian, sudah ada 83 kantung jenazah yang diserahkan Basarnas ke Tim DVI Polri, baik berupa jasad utuh maupun potongan tubuh.
Setiap satu kantung jenazah tidak menjamin satu identitas.
"Jumlah ini melebihi jumlah dalam pencarian, karena berdasarkan identifikasi DVI ada bodypack yang melebihi dari 1 namun memiliki identitas tunggal," ujarnya.
Sementara itu, Incident Commander Longsor Desa Pasirlangu, Ade Zakir, turut mengkonfirmasi adanya pemisahan data korban jiwa anatar sipil dan TNI, Senin (26/1/2026).
Posko bencana hanya mendata korban-korban sipil sedangkan pendataan korban TNI dilakukan oleh tim khusus.
"Itu di luar Basarnas kita, di luar. (Data korban TNI masuk ke sini?) Tidak, ada tim khusus yang menangani," kata Ade Zakir. (*)