TRIBUNJAKARTA.COM - Gudang Astro, sebuah platform belanja online di Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, diserang sekelompok orang tak dikenal (OTK) pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Sejumlah pegawai yang berada di lokasi juga dipukuli.
TribunJakarta.com merangkum lima fakta terkait kasus penyerangan tersebut:
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi yang diperoleh Kompas.com, terlihat area parkiran gudang dipadati kendaraan roda dua.
Di tengah aktivitas para karyawan, sebuah mobil tiba-tiba menabrak salah satu sepeda motor yang terparkir.
Sepeda motor putih itu terpental hingga mengalami kerusakan parah di bagian depan.
Mobil kemudian terus melaju dan menabrak pohon di sekitar lokasi, menyebabkan bagian batang pohon terkelupas.
Melihat kejadian tersebut, sejumlah pria yang berada di area parkiran langsung menghampiri mobil.
Pintu kendaraan dibuka dan beberapa orang tampak berkerumun di sekitarnya.
Tak lama berselang, empat pria datang dari arah datangnya mobil.
Mereka sempat berjabat tangan dengan pria-pria yang sudah berada di lokasi sebelum tiba-tiba melakukan penyerangan.
Seorang pria berbaju krem terlihat memukul seorang pria yang sedang berjongkok.
Aksi itu kemudian dilanjutkan oleh pria lain berbaju hitam yang menendang korban.
Setelah itu, para pelaku mengambil sebuah keranjang hijau dari tumpukan keranjang di sisi kanan jalan lalu melemparkannya ke pegawai Astro.
Bersama rekan-rekannya, para pelaku mendekati pintu masuk gudang.
Para pelaku tampak menyampaikan sesuatu kepada pegawai sebelum kembali melakukan penyerangan.
Sejumlah pria yang duduk di sekitar parkiran menjadi sasaran pemukulan.
Rekaman dari kamera CCTV di dalam gudang memperlihatkan seorang pria berbaju hitam dikejar oleh pria lain berbaju putih.
Dari sudut gudang lain, tampak seorang pria berkaus putih dimarahi oleh pria yang sebelumnya memukul korban saat baru tiba di lokasi.
Pria tersebut kemudian terlihat mondar-mandir seolah mencari sesuatu di lorong-lorong yang dipenuhi produk minimarket.
Kapolsek Cilandak, Kompol Anggiat Sinambela, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Namun hingga kini, petugas belum menerima laporan resmi dari korban penganiayaan maupun pemilik sepeda motor yang rusak.
Menurut Anggiat, polisi telah mendatangi lokasi kejadian untuk meminta keterangan awal dan mengimbau korban serta pihak minimarket agar segera membuat laporan resmi.
“Semalam kami sudah cek ke lokasi, melakukan interogasi awal, kami imbau supaya bikin laporan. Tapi sampai hari ini kami tunggu belum datang dia (korban),” kata Anggiat saat dikonfirmasi, Minggu (1/2/2026).
Anggiat menyebut pihaknya belum dapat memberikan kronologi lengkap karena informasi yang diterima masih berasal dari satu pihak.
“Iya, jadi kronologinya belum tahu karena masih sepihak,” ujar dia. Polisi masih belum tahu alasan korban belum melaporkan kejadian tersebut.
Usai diserang, gudang toko online Astro masih beroperasi normal kembali.
Karyawan yang sedang bertugas di sana menolak untuk memberikan keterangan lebih lanjut perihal penyerangan yang terjadi saat ditemui Kompas.com.
Mereka bilang hanya mendengar cerita dari karyawan lain karena sedang tidak ada di lokasi.
“Saya enggak di sini waktu itu. Soalnya lagi enggak di sini. Korbannya kayaknya juga beda divisi,” kata seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui di lokasi.
Juru parkir di minimarket di sampingnya juga menolak diwawancara. Namun, satu hal yang diketahuinya, memang ada anggota polii yang datang pada Sabtu malam.
“Saya enggak lihat, soalnya kan parkir sini jam segitu enggak ada. Tapi tadi malam lihat ada polisi yang datang,” kata juru parkir ditemui terpisah.
Dalam video yang viral di media sosial, terduga pelaku mengungkap peristiwa ini bermula ketika dirinya menabrak sepeda motor karyawan Astro bernama Yoga hingga penyok.
“Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan pada sepeda motor milik Mas Yoga. Namun, tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka,” kata pria yang tak diketahui namanya itu dalam video, dikutip Selasa (3/2/2026).
Pelaku meminta maaf kepada Yoga dan berjanji akan mengganti sepeda motor Yoga yang rusak.
“Saya sangat menyesal atas kejadian yang terjadi. Dengan ini saya memohon maaf, serta sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial, segala bentuk kerugian yang timbul akan saya ganti keseluruhan dan diselesaikan secara kekeluargaan,” jelas dia.
Dalam video yang sama, Yoga, menyatakan menerima permintaan maaf itu.
Yoga bilang, dirinya tak akan melanjutkan perkara ini ke jalur hukum.
“Dan saya menyatakan ketersediaannya untuk menyelesaikan permasalahan secara musyawarah dan kekeluargaan, tanpa adanya tuntutan pidana di kemudian hari,” kata dia.
Yoga menyebutkan, kejadian itu tak disengaja dan mereka akan menyelesaikan masalah sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kedua belah pihak sepakat bahwa peristiwa ini merupakan kejadian yang tidak disengaja dan berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh akibat hukum yang timbul secara damai, tertib, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutur dia.
Namun demikin, kedua pihak tak menjelaskan lebih lanjut terkait penyerangan dan pemukulan yang terjadi di gudang Astro Hub Ampera.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Mohamad Iskandarsyah membenarkan kedua pihak sudah sepakat berdamai.
“Iya, sementara info di Polsek (Pasar Minggu) demikian (damai),” ucapnya, pada Selasa (3/2/2026).