TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) memberikan vaksinasi kepada 552 Calon Jemaah Haji (CJH) jelang pemberangkatan, Selasa (3/2/2025).
Petugas kesehatan memberikan vaksinasi Meningitis, Polio dan Flu untuk para calon jemaah haji.
Pemberian vaksinasi ini antre secara bertahap di kantor Dinkes Polman, Jl Andi Depu, Kelurahan Takatidung.
Baca juga: Apresiasi Kinerja PNM, Group CEO BRI Dorong Digitalisasi dan Penguatan SDM di Rakernas 2026
Baca juga: Dihadiri Jokowi, Nelwan Jonathan Pimpin DPD PSI Mamuju Tengah Pasca-Rakernas Makassar
Vaksin Meningitis, diwajibkan pemerintah Arab Saudi sebelum pelaksanaan jemaah haji.
Sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit infeksi bakteri peradangan pada selaput otak.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, para jemaah haji lebih dulu menyetor bukti pelunasan pembayaran biaya haji.
Lalu mengambil nomor antrean, petugas kesehatan lebih dulu mengecek urine setiap jemah haji.
Petugas kesehatan mendahulukan calon jemaah haji kategori lanjut usia (lansia) agar tidak kelelahan menuggu.
"Tahun ini ada dua pemberian vaksinasi jemaah haji, sifatnya wajib, yakni vaksin Meningitis dan vaksin Polio," kata kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Polman, dr Gunadil kepada wartawan.
Dia menjelaskan vaksinasi ini sebagai upaya pencegahan peradangan pada selaput otak.
Sangat dianjurkan kata Gunadil terhadap calon jemaah haji yang rentan fisik lemah utamanya para Lansia.
Gunadil menyebut pemberian vaksinasi ini ditargetkan selesai selama satu pekan, target 552 calon jemaah haji.
Disebutkan untuk vaksin Polio ini diberikan untuk pencegahan kelumpuhan, utamanya para Lansia.
Dua vaksinasi Meningitis dan Polio ini wajib diberikan, serta tanpa dipungut biaya atau secara gratis.
Sementara untuk vaksin Flu tidak diwajibkan, hanya dianjurkan dan dipungut biaya dari para calon haji.
"Kalau vaksinasi Flu hanya dianjurkan, tujuannya untuk antisipasi pencegahan penularan flu," ungkapnya.
Dia menambahkan selain vaksinasi, petugas kesehatan juga memperketat screaning kesehatan.
Untuk mengantisipasi adanya calon jemaah haji tidak layak terbang karena ganggu kesehatan.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli