In Memoriam Valentino Luis
February 03, 2026 05:19 PM

In Memoriam Valentino Luis

Oleh: Dion DB Putra
Wartawan Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - "Gema suara pertanda kapal akan berlabuh membangunkan penumpang yang terlelap. Saya dan keempat tandem beringsut bangkit dari bangku-bangku panjang yang kami gunakan sebagai alas tubuh." 

"Angin pagi menerpa sekujur badan, memaksa kami berkemas dengan tangan menggigil. Alih alih menggerutu, kami justru saling berangkulan  dengan sukacita.  Akhirnya tiba juga di Pelabuhan Lembar, Lombok."  

Begitulah cara Valentino Luis menulis lead alias teras feature-nya. Deskripsinya kuat. Indah menggoda, senantiasa menghela minat pembaca untuk mencicipi tulisannya sampai jauh. Hingga kata terakhir.

Dua paragraf awal di atas saya kutip dari laporan perjalanannya di Lion Mag (Inflight Magazine Lion Air) edisi Agustus 2014 bertajuk "Buai Pesisir Lombok Selatan".

Kala itu Valentino Luis bersama empat rekannya dari negara berbeda berwisata ke Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Diksinya elok melukiskan suasana Lombok pagi itu dalam perjalanan dari Lembar menuju selatan.

"Pagi di Lombok adalah sawah-sawah hijau keemasan yang menguapkan kabut tipis putih, segelintir kendaraan yang dipacu lamban, dan siluet kubah-kubah mesjid bermodel bawang yang menunjukkan kesakralan mereka antara bayangan gunung serta pepohonan," tulis Valentino.

Lokasi liputan Valentino Luis dkk pada masa itu adalah kawasan Pantai Kuta Mandalika dan sekitarnya. 

Kuta memang dikenal sebagai kantong wisata Lombok Selatan. Letaknya persis di bibir pantai nan permai. Di kawasan inilah sekarang berdiri megah Sirkuit Mandalika, tempat pagelaran ajang bergengsi MotoGP sejak 2022.

Penulis Hebat

Sebagian dari tuan dan puan yang pernah menggunakan maskapai penerbangan Lion Air dan Batik - kiranya tidak asing dengan nama Valentino Luis.

Mungkin sekali dua Anda pernah membaca tulisannya di majalah udara bulanan maspakai tersebut. Cukup sering catatan perjalanan Valentino menjadi laporan utama Lio Mag atau Majalah Batik Air.

Putra Sikka, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), kelahiran 21 Mei 1982 adalah penulis hebat dan fotografer andal. Dia juga seorang petualangan sejati.

Sejak usia muda dia telah berkelana ke berbagai belahan dunia. Melalui tulisan dan foto-fotonya dengan sudut pandang eksotik, dia menghibur pembaca. 

Valentino Luis membawa setiap orang seolah ikut berwisata dengannya ke seluruh ujung bumi. 

Tempat yang biasa saja di mata awam, dalam jahitan kata dan kalimat Valentino Luis - berubah menjadi sesuatu yang berkesan. Penuh pesona memikat badan dan jiwa.

Kiranya banyak orang berkunjung ke objek wisata di NTT, luar NTT maupun manca negara setelah membaca tulisan Valentino Luis. Saya yakini itu.

Pilihan judulnya umumnya puitik berisi. "Sensasi Elevasi Potosi" demikian dia beri titel perjalanannya ke Bolivia, dipublikasikan Majalah Batik Air edisi Juni 2014.  

Bolivia adalah negara terkurung daratan di Amerika Selatan berbatasan dengan Peru, Brasilia, Paraguay, Argentina dan Chile.

Valentino Luis berkunjung ke Kota Potosí, Bolivia. Kota dengan elevasi tak lazim. Meski letaknya di kaki Gunung Cerro Rico, posisi  Potosí sudah lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut (dpl). Karena letaknya itulah ia digadang sebagai kota tertinggi di planet bumi. 

Pada hari keempat di Bolivia, Valentino  memijakkan kaki di Salar de Uyuni atau nama lain Salar de Tunupa. Tempat favorit wisatawan dunia.

Ini adalah hamparan garam terluas di dunia, mencapai 10,582 km2  atau dua kali lipat dari luas Pulau Dewata Bali.  

Valentino menulis, "Menemukan dataran garam maha luas, mendapati diri laksana miniatur hidup di bentang whiteboard gigantis. Ada perasaan seolah sedang berenang di lautan terdalam ketika menghirup uap garamnya, namun saya pun menyadari bahwa kami berada di ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut."

Bukankah kata-kata Valentino membawa imajinasi pembaca ikut "merasakan" sensasi padang garam maha besar di sana?

Demikianlah kepiawaian Putra NTT ini selama puluhan tahun menjadi traveler. Penulis wisata sekaligus wisatawan penulis. 

Dia jurnalis terbaik. Dia nyaris sempurna sebagai penulis dan fotografer. Foto-fotonya bercerita, tulisan-tulisannya enak dibaca dan kaya perspektif. Lama tertanam di otak dan hati.

Kontak pertama saya dengan Valentino jauh sebelum Facebook hadir. Yang baru ada kala itu Friendster, pelopor platform media sosial global yang populer di atas tahun 2002, untuk berbagi profil, foto, dan testimonial antar teman. 

Kenangan di Dili

Saya jatuh hati pada caranya merangkai kata dan kalimat sejak pertama kali membaca tulisannya yang dia unggah di blog pribadi. Valentino Luis merupakan blogger ternama di masanya.

Saya rutin memberi apresiasi, komentar dan terutama berterima kasih karena melalui tulisannya saya seperti ikut melanglang buana. Perjumpaan kami memang lebih kerap lewat jagat maya. 

Kami bersua langsung hanya beberapa kali, dan tidak lama. Satu di antaranya yang agak lama durasinya saat bersama  ikut penerbangan perdana Maskapai Air Timor Kupang-Dili pada Desember 2017.  Di Dili kami sempat berbagi cerita dan menikmati keramahan tuan dan rumah.

Valentino Luis adalah pengguna medsos yang aktif sehingga banyak orang selalu terhubung dengan aktivitasnya seabrek.

Sesungguhnya dia tak sekadar penulis hebat. Valentino Luis juga dikenal luas sebagai aktivis sosial yang selalu hadir dalam banyak momen yang menentukan.

Melalui rumah Shoes for Flores, misalnya,  Valentino Luis menggalang bantuan untuk  anak anak di pedalaman Nusa Tenggara Timur yang kekurangan dalam  aneka akses dan fasilitas pendidikan.

Dia pria dengan spirit inovator dan pelopor. Karyanya berdampak luas. Dia memanggungkan produk lokal ke pasar dunia melalui Innocentia. 

Seingat saya, produk Innocentia yang khas antara lain jaket dan tas perjalanan berbahan tenunan dengan motif aduhai. Dia sungguh memancarkan semangat kewirausahaan. 

Dia terlibat dengan banyak komunitas di NTT. Valentino Luis sukarela berbagi ilmu dan keterampilan. Kerja kreatifnya selalu menginspirasi dan meneguhkan. 

Selasa pagi 3 Februari 2026 tersiar kabar yang menggemparkan dari Lela, Sikka. Valentino Luis berpulang. Usianya terbilang muda, belum genap 43 tahun.

Banjir ucapan dukacita dari mana-mana. Kolega dan para sahabatnya seolah tak percaya, anak muda Flobamora yang luar biasa itu telah tiada. 

Selamat Jalan Valentino Luis. Bahagia kekal di sisiNya.

Epang Gawang (terima kasih), Nong Valentino. Kami akan selalu mengenangmua lewat karyamu yang abadi.  (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.