Anggota Komisi III Soroti Whip Pink Saat Rapat Bareng BNN: Ada Tulisan Halalnya
kumparanNEWS February 03, 2026 04:57 PM
Anggota Komisi III DPR dari PKB, Abdullah menyorot maraknya penyalahgunaan Whip Pink, produk berisi gas nitrous oxide (N2O) atau yang dikenal dengan istilah gas tertawa, saat rapat bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) di Gedung DPR, Selasa (3/2).
Menurutnya, anak muda saat ini telah mulai beralih ke gaya hidup yang lebih sehat. Namun, banyak narkoba jenis baru yang bermunculan.
“Sedangkan dengan gaya hidup anak muda sekarang sudah mengalami pergeseran, Pak, lifestyle-nya biasanya di nightclub sekarang di padel, lari, itu hal positif sebenarnya,” ucap Abdullah di hadapan Kepala BNN, Komjen Suyudi.
“Tapi di luar itu jenis-jenis narkoba yang masuk itu lebih kreatif dan lebih bermacam-macan caranya,” tambahnya.
Abdullah pun menyorot tabung Whip Pink yang bahkan berlabel halal.
Perbesar
Komisi III DPR RI menggelar rapat kerja bersama BNN di DPR, Selasa (3/2/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan
Menurutnya, Whip Pink ini rentan disalahgunakan anak muda karena fungsi aslinya yang tidak membahayakan. Gas N2O lazim digunakan di dunia kuliner untuk pembuatan whipped cream, di dunia otomotif sebagai penambah kecepatan, hingga di dunia medis untuk melaksanakan prosedur tertentu. Namun, gas ini banyak disalahgunakan untuk rekreasional, mencari efek nge-fly.
“Ada cerita lucu teman-teman tanya anak-anak, ini apa? ‘Ini buat praktikum bikin kue ma’, padahal baru kebongkar ternyata Whip Pink memang betul buat bikin kue, gas ketawa lah tapi baru viral sekarang,” tutur Abdullah.
Ia pun mendukung BNN untuk menambah anggaran tahun 2026 untuk mendalami soal penyalahgunaan Whip Pink ini.
“Ketika butuh anggaran pegangannya harus jelas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Nah, saya mewakili PKB sangat mendorong apalagi anggaran hanya segini kalau bisa lebihin lagi, Pak,” ucap Abdullah.
“Karena memang secara sistematis generasi muda kita lagi diserang men-downgrade kecerdasan bangsa dengan narkoba,” tambahnya.