Mengapa Serat Jadi Kunci Kesehatan Tubuh dan Daya Ingat? Begini Penjelasannya
February 03, 2026 06:35 PM

Mengapa Serat Jadi Kunci Kesehatan Tubuh dan Daya Ingat? Begini Penjelasannya

SERAMBINEWS.COM- Serat sering dianggap sebagai nutrisi sederhana yang hanya berfungsi melancarkan pencernaan.

Padahal, penelitian terbaru menunjukkan bahwa serat memiliki peran jauh lebih besar.

 Mulai dari meningkatkan kesehatan tubuh, memperpanjang usia, hingga melindungi fungsi otak dan memperlambat penurunan kognitif.

Serat banyak ditemukan dalam biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Baca juga: Kaya Serat dan Antioksidan, Ini 7 Fakta Raspberry yang Baik untuk Usus dan Gula Darah

Pola makan yang kaya akan makanan ini terbukti memberikan manfaat besar bagi sistem pencernaan dan kesehatan secara menyeluruh.

 Sayangnya, banyak orang masih kekurangan asupan serat.

 Di Amerika Serikat, sekitar 97 persen pria dan 90 persen perempuan tidak memenuhi kebutuhan serat harian.

Kondisi serupa juga terjadi di Inggris dan berbagai negara lain.

Baca juga: 7 Makanan Tinggi Serat Ini Ampuh Bantu Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes

Cara Kerja Serat dalam Tubuh

Serat adalah jenis karbohidrat yang tidak mudah dicerna oleh enzim pencernaan.

 Karena itu, serat melewati usus tanpa banyak perubahan.

Proses ini membantu menambah volume feses, membuat perut terasa kenyang lebih lama, serta menjaga kenaikan gula darah tetap stabil.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi biji-bijian utuh memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih rendah dan lemak perut lebih sedikit dibandingkan mereka yang mengonsumsi biji-bijian olahan.

Selain itu, konsumsi serat yang cukup, sekitar 25–30 gram per hari, terbukti menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan kanker usus besar.

Baca juga: 4 Manfaat Besar Serat bagi Tubuh: Kolesterol Turun, Jantung Lebih Kuat

Hubungan Serat, Usus, dan Otak

Manfaat terbesar serat berasal dari hubungannya dengan mikrobioma usus, yaitu kumpulan bakteri baik di saluran pencernaan.

Saat bakteri ini mencerna serat, mereka menghasilkan asam lemak rantai pendek seperti asetat, propionat, dan butirat.

Zat-zat ini penting untuk kesehatan sel, mengurangi peradangan, dan mendukung fungsi otak.

Butirat, khususnya, berperan menjaga lapisan usus agar zat berbahaya tidak masuk ke aliran darah dan memengaruhi otak.

 Semakin banyak serat yang dikonsumsi, semakin banyak butirat yang diproduksi, sehingga fungsi kognitif dapat terjaga lebih baik.

Sejumlah studi menemukan bahwa orang dengan asupan serat tinggi memiliki risiko demensia yang lebih rendah.

Penelitian lain pada lansia juga menunjukkan bahwa pola makan tinggi serat berhubungan dengan daya ingat dan fungsi berpikir yang lebih baik.

Baca juga: Daftar Makanan Tinggi Serat untuk Menjaga Keseimbangan Kadar Gula Darah, Apa Saja?

Cara Mudah Menambah Asupan Serat

Meningkatkan asupan serat tidaklah sulit.

 Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

Menambahkan buah atau sayuran di setiap waktu makan

Mengonsumsi kentang dengan kulitnya

Memilih biji-bijian utuh dibandingkan olahan

Mengemil kacang-kacangan dan biji-bijian

Menambahkan kacang polong, buncis, atau lentil ke dalam menu harian

Dengan pola makan yang lebih kaya serat, tubuh tidak hanya menjadi lebih sehat, tetapi otak juga terlindungi seiring bertambahnya usia.

Serat bukan sekadar pelengkap, melainkan nutrisi penting untuk kualitas hidup jangka panjang.

Baca juga: Daftar Makanan Sehat Kaya Protein dan Serat, Bikin Kenyang Lebih Lama, Cocok untuk Diet

(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.