Penampakan Jalur ke Rumah Presiden di Jalan Cijayanti Bogor, Spanduk-spanduk Dibabat Satpol PP
February 03, 2026 08:02 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Spanduk-spanduk di Jalan Raya Ciyayanti, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor langsung ditertibkan Satpol PP.

Penertiban ini dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto menyoroti spanduk yang mengganggu estetika di Bogor dalam acara Rakornas.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Selasa (3/2/2026), di sepanjang Jalan Raya Cijayanti sudah nyaris tak ada lagi ditemukan spanduk besar di pinggir jalan.

Bekas-bekas sobekan sepanduk sisa penertiban petugas terlihat di sejumlah titik.

Namun beberapa spanduk masih ditemukan di pinggir jalan meski tak terlalu banyak.

Seperti spanduk nama toko, spanduk perumahan, hingga spanduk iklan rumah dijual.

Menurut informasi dari warga sekitar, penertiban ini dilakukan pada waktu dini hari, beberapa jam setelah Prabowo mengucapkan masalah spanduk ini di Rakornas.

"Jam 24.00 WIB ke atas penertibannya," kata Hendrik, salah satu warga Cijayanti kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (3/2/2026).

"Kalau kata ini (tetangga) yang lihat, jam 24.00 WIB lebih katanya," imbuhnya.

SPANDUK DITERTIBKAN - Suasana Jalan Raya Cijayanti, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Selasa (3/2/2026). Spanduk-spanduk pinggir jalan dibabat Satpol PP. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Dia mengatakan bahwa spanduk depan ruko-ruko juga ditertibkan petugas di waktu dini hari tersebut.

"Pokoknya dari sana ke atas, banyak, di atas ada lagi, banyak," kata Hendrik.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyoroti spanduk-spanduk yang mengganggu estetika di berbagai daerah termasuk di Bogor.

Hal itu Prabowo ungkapkan dalam Rakornas dihadiri 4.000 lebih pejabat daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Babakanmadang, Kabupaten Bogor pada Senin (2/2/2026) kemarin.

"Kalau saya ke Hambalang, spanduk, spanduk spanduk. Ayam goreng pesen satu dapat satu. Kenapa harus besar-besar sih?,. Turis dateng gak mau lihat spanduk," kata Prabowo.

"Bogor itu dulu kota paling indah, Bung Karno lebih seneng di Bogor daripada Jakarta. Dari dulu aku pengen tinggal di Bogor. Akhirnya jadi presiden, tinggal di Bogor," katanya.

"Saudara-saudara, terlalu banyak spanduk, baliho iklan. Tolong ditertibkan, ajak bicara pengusaha, Kadin, HIPMI, iya kan ?, asosiasi pengusaha, bicara sama mereka. Yuk bikin lah iklan apa itu, jangan terlalu.. uh," ungkap Prabowo.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.