TRIBUNKALTENG.COM - Klub Liga Italia, Inter Milan berisiko menghadapi Juventus tanpa suporter setelah insiden di Cremona.
Hal tersebut bisa saja terjadi Derby d'Italia tanpa penonton setelah kasus pelemparan suar pada Emil Audero kiper Cremonese.
Inter Milan dilaporkan berpotensi menghadapi rival bebuyutannya, Juventus, dalam laga Serie A Liga Italia yang sangat dinantikan di San Siro tanpa kehadiran penonton tuan rumah.
Baca juga: Hasil Transfer Liga Italia: Juventus Resmi Rekrut Boga dan Holm, 3 Pemain Bintang Batal
Baca juga: Bursa Transfer Liga Spanyol, Barcelona Gagal Rekrut Wonderkid Milik Almeria
Baca juga: Resmi Transfer Liga Inggris, Arsenal Pertaruhkan Nasib Rekrut Pemain Muda Milik Stoke City
Menurut berbagai sumber, terdapat risiko penutupan menyusul insiden hari Minggu di Cremona.
Seorang pendukung Nerazzurri yang gegabah melemparkan suar ke lapangan pada menit-menit terakhir kemenangan Inter 2-0 atas Cremonese.
Selain itu, alat tersebut meledak di dekat kiper tuan rumah Emil Audero, yang berhasil lolos tanpa cedera.
Namun, Hakim Olahraga telah menjatuhkan denda sebesar 50.000 euro kepada raksasa Serie A Liga Italia tersebut.
Inter Milan Berisiko Menghadapi Juventus Tanpa Penonton
Selain sanksi finansial, Inter Milan mungkin harus memainkan tiga pertandingan tandang berikutnya tanpa dukungan suporter.
Memang, sekarang hampir bisa dipastikan bahwa tim asuhan Cristian Chivu tidak akan mendapatkan dukungan suporter tandang dalam pertandingan melawan Sassuolo akhir pekan depan.
Sementara itu, ada kemungkinan mereka harus menghadapi Juventus tanpa penonton.
Namun, skenario itu tampaknya agak mengada-ada.
Sementara itu, Beppe Marotta telah mengkonfirmasi kesiapan klub untuk mengambil tindakan terhadap para pelaku.
Suporter Inter yang melempar kembang api yang mengenai kiper Cremonese, Emil Audero, kehilangan tiga jari saat melempar kembang api kedua tak lama kemudian.
Pertandingan di Stadio Giovanni Zini sempat dihentikan sementara ketika terdengar ledakan keras dan asap memenuhi udara.
Pada saat kembang api yang dilemparkan dari tribun tandang yang dipenuhi pendukung Inter mengenai Audero
Emil Audero mampu pulih dan melanjutkan permainan, meskipun mengalami luka kecil dan bekas luka bakar di kakinya.
Fans Inter mengecam 'serigala tunggal' yang bertanggung jawab.
Beberapa menit kemudian, terdengar ledakan keras lainnya, kali ini kembang api tersebut tidak jatuh di dekat pemain mana pun.
Keributan terjadi di dalam tribun pendukung tim tamu, di mana sebagian besar pendukung Inter Milan sangat marah kepada orang luar ini.
Suporter Inter rasa membahayakan pertandingan dan juga merupakan ancaman nyata bagi para pemain.
Namun, diketahui bahwa orang yang bertanggung jawab diidentifikasi karena ia datang ke rumah sakit di Cremonese dengan cedera tangan.
Diduga bahwa terduga pelaku pelemparan kembang api tersebut mengalami kerusakan pada tiga jarinya sendiri.
Terduga suporter tersebut selanjutnya akan ditangkap dan dilarang hadir menonton ke stadion.
Akan tetapi masih harus dilihat bagaimana pihak berwenang akan bereaksi, yang berpotensi melarang semua penggemar Nerazzurri menghadiri pertandingan tandang.
Presiden Beppe Marotta mencoba mengantisipasi situasi dengan secara terbuka mengutuk pelaku perundungan dan meminta maaf kepada warga Cremona.
Enzo Ebosse dari Udinese ke Torino melalui Verona (pinjaman)
Alphadjo Cissè Dari Milan ke Catanzaro melalui Verona (pinjaman)
Tommaso Corazza dari Bologna ke Cesena (pinjaman)
Nicola Pintus dari Cagliari ke Cosenza (pinjaman)
Giuseppe Ambrosino dari Napoli ke Modena (pinjaman)
Andrias Edmundsson ke Verona dari Wisla Plock (permanen €2,5 juta)
Mateus Lusuardi dari Pisa ke Reggiana (pinjaman)
Laurs Skjellerup dari Sassuolo ke Spezia (pinjaman)
Felipe Jack dari Como ke Catanzaro (pinjaman)
Emil Holm ke Juventus dari Bologna (pinjaman dengan opsi pembelian €15 juta)
Joao Mario ke Bologna dari Juventus (pinjaman)
Louis Buffon dari Pisa ke Pontedera (pinjaman)
Leonardo Buta dari Udinese ke Rio Ave (pinjaman)
Morten Thorsby ke Cremonese dari Genoa (permanen €2,5 juta)
Daniele Rugani ke Fiorentina dari Juventus (pinjaman dengan opsi pembelian seharga €2 juta)
Dennis Johnsen dari Cremonese ke Palermo (permanen €3 juta)
Gabriel Strefezza ke Parma dari Olympiacos (pinjaman dengan opsi pembelian)
Bryan Zaragoza ke Roma dari Bayern Munich (pinjaman dengan opsi pembelian)
Ulisses Garcia ke Sassuolo dari Marseille (pinjaman dengan opsi pembelian)
Alisson Santos ke Napoli dari Sporting CP (pinjaman dengan opsi pembelian)
Pedro Felipe ke Sassuolo dari Juventus NextGen (pinjaman)
Ademola Lookman dari Atalanta ke Atletico Madrid (transfer permanen €40 juta)
Branimir Mlacic ke Udinese dari Hajduk Split (permanen €4,5 juta)
Samuel Iling Junior ke Pisa dari Aston Villa (pinjaman)
Darryl Bakola ke Sassuolo dari Marseille (transfer permanen €10 juta)
Sebastiano Luperto ke Cremonese dari Cagliari (permanen €4,6 juta)
Alberto Cerri dari Como ke Cesena (tidak ditentukan)
Nicholas Pierini dari Sassuolo ke Sampdoria (pinjaman)
Adrian Lahdo ke Como dari Hammarby (permanen €18 juta)
Yanis Massolin ke Inter dari Modena (transfer permanen €8 juta, kemudian kembali ke Modena dengan status pinjaman)
Rui Modesto dari Udinese ke Palermo (pinjaman)
Saba Goglichidze dari Udinese ke Watford (pinjaman)
Tete Morente mengakhiri kontrak Lecce
Matias Vecino dari Lazio ke Celta Vigo (permanen)