Warga Cijayanti Bogor Kecewa Spanduk Rukonya Disobek Satpol PP: Gak Ada Pemberitahuan
February 03, 2026 09:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Hendrik (29) warga di Jalan Raya Cijayanti, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor mengaku kecewa dengan penertiban spanduk yang dilakukan Satpol PP.

Diketahui, penertiban ini dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto menyoroti spanduk-spanduk yang dinilai mengganggu estetika kota pada Senin (2/2/2026) di acara Rakornas di Sentul, Kabupaten Bogor.

Setelah hal itu dikatakan Prabowo, Satpol PP Kabupaten Bogor pada malam harinya langsung bergerak melakukan penertiban.

Di antaranya di sepanjang jalur ke kediaman Prabowo di kawasan Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor.

Seperti di Jalan Raya Cijayanti yang mana akses jalan ini menyambung ke Bojongkoneng kawasan tempat kediaman Prabowo.

Hendrik menjadi salah satu warga yang mana spanduk rukonya ditertibkan.

Spanduk ruko milik Hendrik yang berisi info nama toko jualan pulsa dan agen transfer bank ini kini telah hilang disobek petugas.

Dia pun mengaku baru tahu ada penertiban setelah mendapati spanduk di depan ruko miliknya lenyap pada Selasa (3/2/2026) pagi.

Terpantau, spanduk usaha konter HP dan agen jasa transfer bank milik Hendrik ini kini terlihat tersisa bingkainya saja yang terbuat dari baja ringan.

Spanduk milik Hendrik kini hanya tersisa beberapa sobekan kecil yang masih tertinggal di bingkainya.

Tidak hanya spanduk, banner yang ditempel di tiang dan stand banner depan ruko juga tak luput.

Penertiban itu, kata Hendrik, dilakukan pada waktu dini hari saat ruko tutup.

"Jam 23.30 WIB saya sudah tutup, pas pagi lihat udah hancur. Kalau kata ini (tetangga) yang lihat, jam 24.00 WIB lebih katanya," terang Hendrik kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Penampakan Jalur ke Rumah Presiden di Jalan Cijayanti Bogor, Spanduk-spanduk Dibabat Satpol PP

Konfirmasi ke Kelurahan

Dia mengaku sampai menghubungi pihak kelurahan dan dikonfirmasi bahwa memang ada penertiban yang dilakukan Satpol PP.

"Saya sampai ke kelurahan tadi. Katanya ada (info) ke kelurahan ada penertiban, cuman kata saya, 'kenapa gak ada informasi ke kita ?'," terang Hendrik.

"Ya minimal ada info, 'pak ini terlalu ke depan atau kebesaran', ini gak ada sama sekali," imbuhnya.

Selain Hendrik, spanduk-spanduk ruko lainnya di Jalan Raya Cijayanti ini, kata dia, juga bernasib sama.

"Yang pangkas rambut juga diambil, ini yang apotek dicopot spanduknya, terus di atas ada lagi," katanya.

Hendrik berharap ada penjelasan dan solusi dari pihak terkait terkait spanduk dan banner usahanya yang dibabat petugas itu.

"Saya minta kejelasan saja, saya minta kejelasan dan solusinya harus seperti apa," kata Hendrik.

Baca juga: Spanduk Liar Ganggu Estetika Bertebaran di Cibinong Bogor, Camat: Besok Ditertibkan

Spanduk Disorot Prabowo

Hendrik mengaku bahwa ucapan Presiden Prabowo Subianto soal spanduk di Bogor ini dia baru mengetahuinya pada Selasa (3/2/2026).

"Saya tahunya pas hari ini, karena kan baru rame, di TikTok juga kan baru naek tuh," kata Hendrik.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyoroti spanduk-spanduk yang dinilai mengganggu estetika di berbagai daerah termasuk di Bogor.

Hal itu Prabowo ungkapkan dalam Rakornas yang dihadiri 4.000 lebih pejabat daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Babakanmadang, Kabupaten Bogor pada Senin (2/2/2026) kemarin.

"Kalau saya ke Hambalang, spanduk, spanduk spanduk. Ayam goreng pesen satu dapat satu. Kenapa harus besar-besar sih?,. Turis dateng gak mau lihat spanduk," kata Prabowo.

"Bogor itu dulu kota paling indah, Bung Karno lebih seneng di Bogor daripada Jakarta. Dari dulu aku pengen tinggal di Bogor. Akhirnya jadi presiden, tinggal di Bogor," katanya.

"Saudara-saudara, terlalu banyak spanduk, baliho iklan. Tolong ditertibkan, ajak bicara pengusaha, Kadin, HIPMI, iya kan ?, asosiasi pengusaha, bicara sama mereka. Yuk bikin lah iklan apa itu, jangan terlalu.. uh," ungkap Prabowo soroti soal spanduk ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.