TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Upaya pencarian terhadap seorang pekerja renovasi Jembatan Leuwiranji yang dilaporkan hilang di aliran Sungai Cisadane masih terus berlanjut.
Hingga Selasa (3/2/2026) pagi, tim SAR gabungan dari berbagai unsur masih berjibaku menyisir sungai namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Pencarian kini telah memasuki hari ketiga sejak korban dilaporkan terjatuh pada Minggu malam.
Radius penyisiran pun diperluas mengingat derasnya arus sungai yang mengalir dari Kabupaten Bogor menuju wilayah Tangerang Selatan.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Bogor bekerja sama erat dengan BPBD Kota Tangerang Selatan untuk menutup celah kemungkinan posisi korban.
Sejak Selasa pagi, personel telah bersiaga di Poskodal Kantor Kecamatan Gunungsindur untuk memetakan jalur penyisiran terbaru.
Staf Ratik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, mengonfirmasi bahwa pergerakan tim hari ini merupakan kelanjutan dari operasi yang dilakukan sejak Senin kemarin.
"Tim sudah sampai di Poskodal Kantor Kecamatan Gunungsindur," ujar Jalaludin saat memberikan update perkembangan pencarian.
Menggunakan perahu karet, petugas menyusuri aliran Sungai Cisadane mulai dari titik awal jatuhnya korban di kawasan Jembatan Leuwiranji, yang merupakan perbatasan antara Kecamatan Rumpin dan Gunungsindur.
Pencarian ini meluas hingga ke Jembatan Kranggan, Kecamatan Setu, serta kawasan Cisauk di Tangerang Selatan.
Berdasarkan laporan yang diterima BPBD Kabupaten Bogor dari pihak kontraktor proyek, insiden tersebut terjadi pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Saat itu, suasana di lokasi proyek renovasi Jembatan Leuwiranji masih dipenuhi aktivitas pengerjaan.
Korban yang diketahui berinisial P (25), tengah melakukan prosedur rutin pengecekan teknis pada struktur jembatan.
Namun, nasib malang menimpanya saat sedang bertugas.
Peristiwa itu terjadi pada saat korban sedang melakukan pengecekan baut-baut jembatan.
Tiba-tiba korban terpeleset dan jatuh ke Sungai Cisadane.
Upaya Penyelamatan Masih Terus Dilakukan
Sesaat setelah kejadian, pihak kontraktor langsung melaporkan insiden tersebut kepada pemerintah setempat.
Jajaran Forkopimcam Rumpin dan Gunungsindur segera mendatangi lokasi untuk berkoordinasi dengan tim evakuasi dari BPBD dan Pemadam Kebakaran.
Meski penyisiran telah dilakukan secara intensif selama dua hari terakhir, faktor arus sungai dan kondisi di lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.
Tim SAR gabungan berkomitmen untuk terus melakukan pencarian hingga batas waktu yang ditentukan, dengan harapan korban dapat segera ditemukan.