Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah selatan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Selasa (3/2/2026).
Akibat kejadian tersebut, dua rumah warga di Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon tumbang.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material yang dialami para korban ditaksir mencapai puluhan juta.
Kejadian pertama menimpa rumah milik Anang Ruhiat (60), warga Dusun Cisaar RT 005 RW 002, Desa Kertahayu.
Sebuah pohon waru berukuran cukup besar tumbang akibat terpaan angin kencang dan menimpa bagian atap rumah korban yang dihuni satu kepala keluarga dengan total lima jiwa.
Baca juga: Dikalahkan Dejan FC, PSGC Ciamis Harus Juara 3 Demi Tiket Promosi Liga 2
Sementara itu, kejadian serupa juga dialami Karjo (69), warga Dusun Kertaharja RT 035 RW 009, Desa Kertahayu.
Pohon pete yang berada di sekitar rumah korban roboh dan mengakibatkan kerusakan cukup parah pada bagian atap rumah yang dihuni dua jiwa.
Anggota Tagana Kabupaten Ciamis, Baehaki Efendi, mengungkapkan bahwa kondisi angin kencang sebenarnya sudah mulai dirasakan warga sejak pagi hari.
“Angin kencang mulai terjadi sekitar pukul 10.00 WIB dan terus meningkat hingga siang. Akibatnya, pohon-pohon yang berada di sekitar permukiman warga tidak mampu menahan terpaan angin dan akhirnya tumbang,” ujar Baehaki, Selasa (3/2/2026).
Ia memastikan bahwa dalam dua kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa.
Namun, dampak kerusakan material cukup signifikan, terutama pada bagian atap rumah warga.
“Untuk masing-masing rumah, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta. Kerusakan paling parah terdapat pada bagian atap rumah,” katanya.
Usai menerima laporan dari warga, Tagana Kabupaten Ciamis bersama unsur terkait langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian.
Petugas melakukan asesmen awal untuk mendata dampak kerusakan sekaligus kebutuhan mendesak para korban.
Proses evakuasi pohon tumbang dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat bersama Tagana, petugas pemadam kebakaran Pos WMK Banjarsari, serta relawan dari MDMC Kabupaten Ciamis.
“Langkah awal yang kami lakukan adalah memastikan kondisi korban aman, kemudian membersihkan material pohon yang menimpa rumah, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan,” jelas Baehaki.
Adapun kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan para korban di antaranya terpal untuk penutup atap sementara, kid ware, sembako, family kit, serta kebutuhan khusus bagi lansia.
Dalam penanganan kejadian tersebut, sejumlah unsur terlibat, mulai dari Pemerintah Desa Kertahayu, Pemerintah Kecamatan Pamarican, Babinsa, Bhabinkamtibmas, FK Tagana Kabupaten Ciamis, RCS, RAPI, GSR, Karang Taruna Rescue, BTB, MDMC, hingga warga masyarakat setempat.
Baehaki juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat terjadi cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai angin kencang.
“Kami mengimbau warga untuk lebih waspada, terutama yang memiliki pohon besar di sekitar rumah. Jika memungkinkan, lakukan pemangkasan secara berkala untuk mengurangi risiko pohon tumbang,” pungkasnya.(*)
Baca juga: Polres Ciamis Turunkan Personel Bantu Tangani Longsor Sindangkasih yang Telan Satu Korban Jiwa