Cak Imin Miris Anak SD di NTT Akhiri Hidup Gegara Tak Punya Uang untuk Beli Buku: Cambuk Pemerintah
February 04, 2026 10:42 AM

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin miris dengan kasus anak SD di NTT nekat mengakhiri hidupnya.

Anak berusia 10 tahun itu memilih mengakhiri hidup karena sang ibu tidak memberikan uang untuk membeli buku dan pulpen.

Cak Imin mengatakan peristiwa tersebut harus menjadi cambuk bagi semua masyarakat termasuk pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Cak Imin pada Selasa (3/2) malam.

Ia mengimbau agar setiap orang waspada mengenai kondisi masyarakat sekitar.

Selain itu Cak Imin juga meminta agar semua bisa membuka diri untuk mudah dimintai tolong oleh siapapun.

Cak imin mengatakan peristiwa itu harus membuat pemerintah waspada dan makin memerhatikan rakyatnya.

Menurut Cak Imin, akar masalah kasus mengakhiri hidup juga harus diselesaikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Yang ketiga harus kita cari akar masalah frustrasi sosial itu sudah sejauh mana. Tapi yang penting keterbukaan, gotong royong, apa namanya, menjadi cambuk lah kita untuk terus waspada," kata dia.

Adapun anak berusia 10 tahun berinisial YBS itu tewas pada Kamis (29/1) siang.

Sebelum peristiwa terjadi, YBS sempat meminta uang kepada sang ibu untuk membeli buku dan pulpen.

Namun permintaan itu tidak bisa dikabulkan karena kondisi keterbatasan ekonomi keluarga.

Kasus tersebut kemudian menyita perhatian publik.

Bahkan anggota DPR sempat mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mengusut tuntas kasus itu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.