TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Belakangan viral di media sosial tentang risiko investasi emas digital.
Hal ini menyusul kasus emas digital di China yang menjadi sorotan global setelah ribuan investor dilaporkan tidak bisa menarik dana maupun emas fisik yang telah mereka beli.
Skandal ini memicu kekhawatiran luas soal keamanan investasi emas digital, termasuk di Indonesia.
Platform perdagangan emas digital sebuah perusahaan di Tiongkok (China) runtuh dan memicu kepanikan puluhan ribu investor ritel.
Dana nasabah dibekukan, sementara emas fisik yang dijanjikan ternyata tidak tersedia.
Baca juga: Pasar Emas Bergairah, Harga Emas Antam Hari Ini Rabu 4 Februari 2026 Naik Lebih Rp 100 Ribu
Dikutip dari The Standard, sejumlah nasabah mengeklaim platform milik perusahaan tersebut membatasi penarikan harian hanya sebesar 500 yuan dan 1 gram emas sejak 26 Januari 2026.
Bahkan, sebagian nasabah disebut sudah tidak dapat menarik dananya sejak 20 Januari.
Kabar ini mengejutkan dunia investasi, terutama di tengah tren harga emas yang terus meroket.
Selama ini, emas kerap dijadikan instrumen investasi karena nilainya cenderung naik seiring inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Lantas, bagaimana cara berinvestasi emas agar tetap aman dan menguntungkan?
Perencana keuangan Andi Nugroho menjelaskan, emas masih menjadi pilihan investasi favorit karena sifatnya yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat.
“Emas lebih familiar bagi banyak orang. Proses membelinya mudah dan menjualnya juga gampang. Karena itu, emas termasuk instrumen yang likuid,” ujar Andi saat dihubungi Kompas.com, Senin 2 Februari 2026.
Menurutnya, emas lebih cocok dijadikan investasi jangka menengah hingga panjang. Pasalnya, terdapat selisih antara harga beli dan harga jual (spread) yang bisa memengaruhi keuntungan investor.
Meski demikian, investasi emas juga memiliki risiko. Emas fisik, misalnya, berukuran kecil sehingga rawan hilang atau menjadi sasaran tindak kriminal.
Sementara itu, emas digital memiliki risiko berbeda. Karena fisik emas belum berada di tangan investor, potensi kerugian muncul jika penyedia layanan mengalami gagal bayar atau bahkan menutup platformnya secara tiba-tiba.
“Emas digital karena fisik barangnya belum berada di tangan kita memiliki risiko hilang, misalnya akibat penyedia layanan emas digital kabur atau menutup aplikasinya dan tidak bisa dilacak lagi,” kata Andi.
Untuk meminimalkan risiko, Andi membagikan sejumlah tips berinvestasi emas yang aman dan menguntungkan, yakni:
Hal yang perlu diperhatikan saat berinvestasi emas
Menurut Andi, ada empat hal yang perlu diperhatikan sebelum seseorang memutuskan untuk berinvestasi emas, yaitu:
1. Perhatikan periode investasi
Emas adalah produk investasi yang idealnya digunakan untuk jangka panjang, minimal 3 tahun.
Namun dengan kondisi harga emas yang terus naik seperti beberapa tahun belakangan, Andi berpendapat, ada potensi emas memberikan cuan dalam waktu lebih cepat.
2. Selisih harga jual dan beli
Investor perlu memahami bahwa dalam investasi emas ada harga jual dan beli yang selisihnya sekitar 10 persen.
"Jadi ketika menjualnya kembali, pastikan harga buybacknya sudah lebih tinggi dari harga kita beli dulu," kata Andi.
3. Harga emas lebih murah untuk gramasi besar
Perlu diketahui bahwa harga emas akan lebih murah bila kita membeli dalam ukuran lebih berat sekaligus.
Namun jika hanya memiliki dana terbatas, investor bisa membelinya sedikit demi sedikit untuk terus diakumulasi secara berkala.
4. Beli dalam ukuran kecil
Membeli emas dalam ukuran kecil juga lebih menguntungkan karena lebih mudah dijual kembali.