Wabup Babar Undang Masyarakat Hadir dan Ramaikan Tradisi Perang Ketupat di Tempilang
February 04, 2026 04:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Perang Ketupat menjadi tradisi turun menurun penduduk asli Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung.

Kegiatan ini, dilaksanakan setiap tahunnya di bulan ruah atau Syaban.

Rangkaian acara dimulai dengan Ngancak, Penimbongan dan Taber batas kampung pada malam Nisfu Syaban.

Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, mengajak masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah hadir dan memeriahkan tradisi Perang Ketupat yang digelar di Desa Air Lintang, Pantai Pasir Kuning, Tempilang, pada, Minggu 8 Februari 2026.

Ia menyampaikan, perayaan tahun ini diharapkan berlangsung lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

"Selain menjadi agenda budaya tahunan, kegiatan tersebut juga akan dimeriahkan dengan hiburan untuk masyarakat, termasuk penampilan artis dari luar daerah," kata Wabup Babar Yus Derahman, kepada Bangkapos.com, Rabu (4/2/2026) di Mentok.

Menurutnya, Perang Ketupat bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki makna mendalam sebagai ritual adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Diketahui, perang ketupat kegiatan adat yang telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2014 sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

"Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi masyarakat serta tamu dari luar daerah," kata Yus.

Selain itu, perayaan ini diharapkan menjadi hiburan rakyat yang mampu menarik kunjungan wisatawan ke Tempilang. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.