BANGKAPOS.COM, BANGKA – Polres Bangka Selatan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bangka Selatan, TNI, dan Satpol PP menggelar patroli gabungan Kampung Sukadamai, Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Rabu (4/2/2026).
Patroli ini dilakukan untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).
Sejak pagi tim gabungan bergerak menyusuri permukiman padat di Kampung Sukadamai, mendatangi satu per satu bangunan semi permanen yang berada di sepanjang lorong tanah merah.
Sejumlah rumah kayu beratap seng dan terpal diperiksa secara bergantian, termasuk bekas kontrakan dan gubuk kecil di sekitar area pantai. Petugas tampak berhenti di beberapa titik, mengamati kondisi sekitar, serta memastikan bagian depan dan samping bangunan yang tertutup terpal.
Suasana kegiatan berlangsung terbuka di tengah aktivitas warga. Beberapa penghuni rumah terlihat berada di sekitar lokasi saat petugas melakukan pengecekan.
Sementara anggota tim lainnya melakukan pendokumentasian dengan merekam kondisi tempat yang didatangi. Tim bergerak secara terkoordinasi, menyebar di area pemukiman untuk memastikan seluruh lokasi yang menjadi sasaran patroli telah diperiksa sebelum melanjutkan ke titik berikutnya.
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Selatan, AKP Defriansyah, bilang patroli gabungan ini merupakan bagian dari upaya preventif dan preemtif kepolisian bersama instansi terkait.
Terutama dalam menciptakan lingkungan yang aman serta mendukung pemulihan Kampung Sukadamai agar bersih dari narkoba. Targetnya wilayah tersebut bisa menjadi kawasan bersinar alias bersih dari narkoba.
“Kami mencegah peredaran narkoba, serta mendukung pemulihan Kampung Sukadamai agar aman dan bersih dari narkoba,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya patroli difokuskan pada lokasi-lokasi yang diduga kerap dijadikan tempat berkumpul, transaksi, maupun penggunaan narkotika.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan sekaligus deteksi dini terhadap potensi tindak pidana narkotika. Dalam pelaksanaannya, petugas menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan.
Tim gabungan melakukan patroli dialogis dengan memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat. Sekaligus mengecek lokasi atau tempat yang diduga sering digunakan untuk mengonsumsi narkotika.
Beberapa lokasi yang dilakukan pemeriksaan antara lain bekas rumah kontrakan yang sudah tidak terpakai serta gubuk-gubuk kecil di pinggir Pantai Sukadamai.
“Lokasi-lokasi tersebut diduga kerap dimanfaatkan sebagai tempat penggunaan narkoba karena minim pengawasan dan jauh dari pemukiman padat penduduk,” jelas Defriansyah.
Selain melakukan pemeriksaan lokasi, petugas juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat agar tidak mengkonsumsi narkotika dalam bentuk apapun.
Masyarakat juga diajak berperan aktif membantu kepolisian dengan melaporkan apabila mengetahui atau mencurigai adanya tindak pidana narkotika di lingkungan sekitar. Masyarakat diminta tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkotika.
Ia menegaskan, patroli gabungan ini tidak hanya berorientasi pada penindakan. Akan tetapi, lebih mengedepankan langkah pencegahan dan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
Dengan kehadiran aparat gabungan di lapangan, diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menekan ruang gerak peredaran narkoba.
Kegiatan patroli gabungan akan terus dilakukan secara berkelanjutan, khususnya di wilayah-wilayah yang telah dipetakan sebagai daerah rawan peredaran narkotika.
“Sinergi lintas instansi dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba,” ucapnya.
Meski begitu kata Defriansyah upaya pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kerja sama semua pihak, termasuk TNI, BNN, Satpol PP, serta dukungan masyarakat.
Dirinya berharap melalui patroli gabungan dan pendekatan preventif ini, Kampung Sukadamai dapat pulih secara bertahap dan terbebas dari aktivitas penyalahgunaan narkotika.
“Sehingga mampu menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif bagi masyarakat,” pungkas Defriansyah. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)