TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Kantor Perwakilan Bank Indonesia ( BI) Provinsi Lampung menghimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peredaran uang palsu serta risiko kejahatan siber.
Imbauan tersebut disampaikan BI Lampung menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriyah/2026 Masehi
Pasalnya, dua jenis kejahatan ini dinilai kerap meningkat seiring dengan tingginya aktivitas transaksi keuangan di masyarakat terutama saat hari raya.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Alex Kurniawan, mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin dalam mengecek keaslian uang fisik yang diterima.
Hal ini sangat penting mengingat perputaran uang tunai di pasar maupun pusat perbelanjaan akan melonjak tajam mendekati hari raya.
Baca juga: Pemuda 18 tahun di Natar Diciduk Polisi Terkait Uang Palsu
"BI selalu menganjurkan masyarakat agar tetap waspada dalam melakukan transaksi keuangan, terutama transaksi tunai dalam kehidupan sehari-hari,"
"Implementasikan Cinta Bangga dan Paham Rupiah dioptimalkan, terutama metode 3D dan 5J untuk menjaga diri agar selalu aman dan terhindar dari peredaran uang palsu," ujar Alex Kurniawan, Rabu (4/2/2026).
Penerapan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) menjadi benteng utama bagi masyarakat agar tidak menjadi korban oknum yang tidak bertanggung jawab.
Selain itu, prinsip 5J dalam memperlakukan uang Rupiah juga terus dikampanyekan agar kualitas uang layak edar tetap terjaga di tangan masyarakat.
Tak hanya soal uang fisik, Bank Indonesia juga menyoroti aspek keamanan dalam transaksi digital.
"Masyarakat diharapkan menjaga kerahasiaan data pribadi guna menghindari praktik kejahatan siber yang menyasar rekening atau dompet digital saat melakukan transaksi belanja kebutuhan Ramadan-Lebaran," Kata Alex.
Untuk mendukung kenyamanan bertransaksi, BI Lampung memastikan bahwa infrastruktur sistem pembayaran digital, termasuk QRIS, telah siap menghadapi lonjakan trafik.
Koordinasi intensif telah dilakukan dengan berbagai penyedia jasa sistem pembayaran untuk menjamin layanan tetap andal.
Diharapkan dengan kesiapan ini, layanan QRIS dapat berjalan lancar, aman, dan tanpa kendala selama momentum peningkatan aktivitas ekonomi.
Hal ini sekaligus menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin bertransaksi secara lebih praktis dan minim risiko fisik dibandingkan membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Di samping itu, Bank Indonesia juga memastikan ketersediaan likuiditas uang tunai di Provinsi Lampung sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hari raya tahun ini.
BI telah menyiapkan uang tunai senilai Rp 4,8 triliun guna menopang konsumsi masyarakat selama periode puncak tersebut.
"Untuk tahun ini, nilai uang yang dipersiapkan khususnya selama Ramdhan dan Lebaran yaitu sebesar Rp4,8T," Kata Alex.
Dengan jumlah tersebut, BI berhharap stabilitas ekonomi dan kebutuhan layanan kas di Lampung dapat terlayani dengan maksimal.
Bagi masyarakat yang tetap membutuhkan uang tunai baru untuk kebutuhan salam tempel atau Lebaran, BI Lampung kembali menyediakan layanan penukaran melalui aplikasi PINTAR.
"Teknis penukaran melalui PINTAR mirip dengan tahun kemarin yakni Masyarakat diwajibkan untuk mendaftar terlebih dahulu di website PINTAR, kemudian memilih tanggal dan jam yang ditentukan," tulis manajemen BI Lampung dalam lampiran suratnya.
Titik layanan penukaran uang nantinya akan dipusatkan di kantor Bank Indonesia serta beberapa kantor perbankan umum yang telah ditunjuk.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)