Harga LPG di Rejang Lebong Meroket Tembus Rp 35 Ribu per Tabung Jelang Ramadan, Warga Resah
February 04, 2026 05:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Masyarakat Rejang Lebong kembali resah setelah harga gas elpiji atau LPG melonjak tajam, bahkan hingga Rp35 ribu per tabung.

Kondisi ini membuat warga terpaksa mengeluarkan biaya lebih, lantaran gas elpiji 3 kg sulit diperoleh di pangkalan resmi. 

Sejumlah warga mengaku, setiap kali mendatangi pangkalan, stok gas kerap sudah habis sehingga pilihan satu-satunya adalah membeli di warung eceran.

Kelangkaan gas melon ini disebut bukan hal baru.

Menurut warga, situasi serupa hampir selalu terjadi setiap tahun, terutama menjelang bulan Ramadan atau momen-momen besar lainnya. 

Bahkan jika berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, harga gas elpiji 3 kg di warung eceran saat bulan puasa pernah melonjak hingga menyentuh angka Rp 40 ribu per tabung.

“Kami khawatir nanti pas masuk bulan puasa harganya makin naik. Tahun lalu saja di warung eceran bisa sampai Rp 40 ribu,”keluh salah satu warga, Wulan. 

Tak hanya persoalan harga, warga juga mengeluhkan kualitas isi tabung gas yang diduga tidak sesuai.

Sejumlah masyarakat mengaku gas cepat habis meski baru dibeli dan dipasang.

Keluhan tersebut ramai dibagikan masyarakat melalui media sosial pada Rabu (4/2/2026).

Dalam unggahan yang beredar, warga menyoroti mahalnya harga gas yang tidak sebanding dengan isi tabung.

Salah satu akun Facebook, Nadya Anasya, mengungkapkan kekecewaannya.

“Yang lebih parah, udah lah beli mahal, pas ditengok isi nyo lah setengah min, padahal baru nian pasang,” tulisnya.

Sementara itu, Anton, warga lainnya, mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji sejak awal Februari 2026.

Menurutnya, stok di pangkalan sering kosong, memaksa dirinya membeli di warung eceran dengan harga yang terus merangkak naik.

“Di pangkalan susah dapat. Kalau di warung sekarang sudah sekitar Rp 30 ribu per tabung,” katanya.

Meski merasa berat, Anton mengaku tetap harus membeli gas tersebut demi kebutuhan sehari-hari.

“Tapi mau gimana lagi, kalau tidak beli, tidak bisa masak,”lanjutnya.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan kelangkaan dan lonjakan harga gas elpiji 3 kg.

Selain itu, masyarakat juga meminta adanya pengawasan ketat hingga razia dari pihak berwenang, termasuk kepolisian, untuk menindak oknum-oknum yang diduga memanfaatkan situasi jelang Ramadan demi keuntungan pribadi.

"Harus ditindak pak, jangan sampai momen ini dimanfaatkan oknum-oknum nakal demi kepentingan pribadi," tutupnya. 

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.