Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG – Ratusan pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang mengikuti Shalat Subuh berjamaah bersama Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati M Fajar Aldila di Masjid Agung Sumedang, Rabu (4/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda rutin pemerintah daerah yang digelar setiap Rabu pertama setiap bulan.
Selain sebagai kegiatan ibadah, Subuh berjamaah dimaknai sebagai ruang refleksi dan penguatan nilai kepemimpinan, kedisiplinan, serta etos kerja aparatur pemerintahan.
Dalam sambutannya, Bupati Dony menyebut waktu Subuh sebagai simbol kebangkitan dan kesiapan seseorang untuk menata diri serta menjalani kehidupan dengan tekad yang lebih kuat.
“Barang siapa yang mampu bangun diwaktu Subuh. InsyAllah mereka orang-orang yang siap bangkit dalam hidupnya. Inilah simbol kebangkitan, simbol menata diri kita, membulatkan niat dan tekad,” kata Dony.
Ia menekankan pentingnya menjadikan setiap hari sebagai momentum perbaikan diri, baik secara pribadi maupun dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Hari ini akan terus bersungguh-sungguh untuk bekerja keras untuk menjadikan diri kita yang terbaik dan memberikan kemangfaatan kepada masyarakat,” ucapnya.
Menurut Dony, kekuatan seorang aparatur tidak hanya diukur dari kemampuan fisik, tetapi juga dari ketangguhan batin dan kemampuannya mengalahkan rasa malas.
“Orang kuat sanggup bekerja keras. Tapi sesungguhnya orang yang kuat orang yang mampu mengalahkan rasa malasnya ketika adan subuh bekumandang. Itulah sesunguhnya subtansi dari orang kuat, kuat lahirnya, kuat bathinnya mampu mengalahkan rasa kantuk ketika Subuh berkumandang dan mengikuti, menjalani Shalat Subuh,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Dony Akui Prihatin Pejabat di Pemkab Sumedang Dijebloskan ke Penjara
Ia menambahkan, shalat Subuh berjamaah juga menjadi sarana melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan kejujuran yang diharapkan tercermin dalam kinerja aparatur sehari-hari.
“Melatih tanggung jawab kita dan melatih kejujuran kita. InsyAllah dari nilai shalat subuh ini akan menjelma dalam kehidupan keseharian kita. Semakin jujur, semakin bertanggung jawab dan bekerja keras, bekerja dengan hati. Tidak hanya menggugurkan kewajiban, tidak hanya memenuhi administratif, tidak hanya sekedar laporan,” kata Dony.
Rangkaian kegiatan Subuh berjamaah tersebut ditutup dengan tausiyah singkat (kultum) yang disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah, Abuya K.H. M. Muhyiddin Abdul Qodir Al-Manafi, MA. (***Kiki Andriana***)