Rekaman Suara Terakhir Istri Hoegeng untuk Seluruh Anggota Polri
February 04, 2026 08:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Sebelum meninggal dunia, istri Jenderal Hoegeng Iman Santoso ternyata sempat merekam suaranya untuk menitipkan pesan kepada seluruh anggota Polri. 

Istri Jenderal Hoegeng, Meriyati Hoegeng berpesan agar Polisi bisa menjadi teladan dimulai dari pribadi masing-masing.

Diketahui Hoegeng dikenal sebagai Polisi dan Kapolri paling jujur di Indonesia. Saking jujurnya, Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sempat memberikan anekdot bahwa Polisi jujur hanya ada tiga yakni Patung Polisi, Polisi Tidur, dan Jenderal Hoegeng. 

Hoegeng sendiri meninggal dunia 14 Juli 2004. 

Namun selama 20 tahun lebih ini, Meri sebagai istri Hoegeng selalu menyampaikan nilai-nilai yang dipegang teguh suaminya terhadap institusinya.

Pesan tersebut kemudian diputar anak-anak Hoegeng di prosesi pemakaman Meri pada Rabu (3/2/2026) sesuai dengan pesan terakhir Meriyati Hoegeng.

Pesan Meri Hoegeng kepada seluruh Polisi di Indonesia itu disampaikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat. 

Sigit mengungkapkan, dalam beberapa kali pertemuan, wanita yang karib disapa Eyang Meri selalu menyampaikan pesan untuk seluruh keluarga besar Polri. 

Menurut Sigit, hal tersebut dijadikan semangat dan inspirasi keteladanan bagi seluruh personel Korps Bhayangkara. 

Eyang Meri berharap Polisi Indonesia bisa memiliki integritas dan mengayomi masyarakat.

"Beliau selalu berpesan di setiap acara kami, jadilah polisi yang baik, memiliki integritas, dan polisi yang bisa melindungi dan mengayomi," kata Sigit usai mengikuti prosesi pemakaman. 

Bahkan, kata Sigit, pada saat melayat ke rumah duka Eyang Meri, pihak keluarga memutar rekaman berisikan pesan dari Eyang Meri untuk keluarga besar Polri. 

Dalam pesan terakhir untuk anggota Polri itu, Eyang Meri berharap Polisi bisa menjadi teladan dari pribadi masing-masing. 

"Bahkan tadi malam kami dengarkan langsung suara beliau yang direkam oleh Mas Rama bagaimana beliau selalu sampaikan pesan jadilah contoh teladan dan mulailah dari dirimu sendiri. Saya kira hal-hal tersebut tentunya menjadi spirit bagi kami keluarga besar Polri," ujar Sigit. 

Baca juga: Jenazah Meri Hoegeng Dimakamkan Berdampingan dengan Makam Jenderal Hoegeng di TPBU Giri Tama Bogor

Pesan itu, kata Sigit merupakan suatu amanah ataupun wasiat dari Eyang Meri. 

Tentunya, kata Sigit, pesan tersebut harus terus dikumandangkan serta menjadi semangat bersama untuk seluruh keluarga besar Polri dimanapun berada untuk terus melanjutkan pesan serta nasihat Eyang Meri. 

"Karena setiap beliau menyampaikan Eyang Meri saat terakhir dan pesannya tolong jaga titip institusi Polri, tolong jaga dan titip Polri," ucap Sigit. 

Sigit menegaskan, pesan dari Eyang Meri memiliki makna mendalam. Polri kedepannya harus bisa meneladani dan memberikan perlindungan serta pengayoman terhadap masyarakat dan tanggung jawab terhadap keamanan.

"Sebagaimana tugas pokok kami dan doktrin kami untuk menjaga tata tentrem kerta rahardja. Saya kira banyak hal kami kenang dari Eyang Hoegeng. Selamat jalan Eyang Meri kami terima kasih atas apa yang telah beliau berikan kepada kami. Warisan daripada pendahulu utamanya Almarhum Hoegeng Iman Santoso yang tentunya akan terus menjadi api yang menggelora di seluruh keluarga besar Polri untuk menjaga wasiat dan warisan tersebut," tutup Sigit.

Meri Hoegeng meninggal dunia di usia 100 tahun pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 13.24 WIB karena sakit.

Selama hidupnya, nama Meri Hoegeng kerap dikaitkan dengan sifat-sifat kejujuran Hoegeng.

Diketahui Jenderal Hoegeng adalah satu teladan dan tokoh yang terkenal jujur dan anti korupsi. 

Hoegeng pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-5 yang bertugas dari tahun 1968 hingga 1971. 

Berbeda dengan polisi lainnya di masa itu, Hoegeng tidak mempan disuap. 

Baginya, lebih baik hidup melarat dari pada menerima suap atau korupsi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.