Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menyoroti rendahnya respons sejumlah pengusaha lokal yang kerap absen saat panggilan rapat, Rabu (4/2/2026).
Mapia Ena, salah satu anggota komisi menegaskan bahwa rapat yang digelar pihaknya sangat krusial, guna membicarakan persoalan pangan dan ekonomi masyarakat.
Baca juga: Tabrakan Avanza dan Motor di Jalan Trans Seram Tamilouw Malteng, Pengendara Luka-luka
Baca juga: Kasus Anggaran Hibah Kwarda Rp. 2 Miliar Dihentikan Kejati Maluku, Widya Tak Perlu Diperiksa
Mapia menegaskan, undangan yang dilayangkan DPRD bukan semata-mata ditujukan kepada pedagang tertentu.
Hal itu menyangkut kepentingan seluruh masyarakat SBT menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang tersisa hitungan hari lagi.
“Ini menyangkut masyarakat Seram Bagian Timur terkait kondisi pangan dan ekonomi sekarang menuju Ramadhan. Kalau mereka tidak menghadiri undangan ini, ya terpaksa harus dijemput,” ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya “menjemput” yang dimaksud bukan bersifat represif, melainkan dilakukan secara baik-baik agar para pengusaha dapat hadir dan menghargai lembaga perwakilan rakyat.
“Dijemput itu dengan baik-baik, tapi harus dijemput. Karena ini menyangkut masyarakat, bukan hanya pedagang saja,” tegasnya.
Menurut Mapia, DPRD Komisi II telah melayangkan undangan hingga tiga kali.
Namun, yang hadir hanya segelintir pelaku usaha, di antaranya toko-toko tertentu seperti Toko Wailola dan Toko Liberti.
“Sementara beberapa pengusaha lokal yang kita punya, mereka tidak pernah menghargai undangan DPRD Kabupaten SBT,” benernya.
Ia menilai sikap tersebut mencerminkan kurangnya kepedulian terhadap upaya bersama dalam menjaga kepentingan masyarakat.
Meski begitu, pihaknya memastikan DPRD tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan tidak akan mengambil langkah tegas yang berlebihan.
“Kita punya langkah tegas, tapi tidak setegas itu. Tidak juga terpaksa, tapi kita harus jemput agar mereka menghadiri panggilan DPRD," tutupnya.(*)