TRIBUNMANADO.CO.ID, Bolaang Uki - Kasus kekerasan seksual di Kabupaten Bolsel terus naik dari tahun ke tahun.
Bahkan ditahun 2025 ada 30 anak di Kabupaten Bolsel menjadi korban kekerasan seksual.
Dari data yang diperoleh Tribunmanado.co.id di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Bolsel, angka ini masih tinggi apabila dibandingkan tahun 2024.
Hal ini dibenarkan oleh Siti Mardatillah Van Gobel Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan hak-hak Anak di DPPKBP3A Bolsel.
Menurutnya, angka kekerasan seksual terhadap anak dari tahun ke tahun terus meningkat.
"Dari data yang masuk ke kami angkanya terus naik setiap tahun," ujarnya via telepon, Rabu 4 Februari 2026.
Ia bahkan mengatakan angka ini bisa lebih banyak.
Pasalnya, banyak kasus kekerasan seksual terhadap anak yang tak dilaporkan.
"Kalau mau usut masih banyak juga kasus anak yang tidak terlaporkan ke kami. Jadi angkanya bisa lebih dari 30 kasus," tutur dia.
"Karena masih ada juga masyarakat yang takut melapor ke kami," tegasnya.
Gilanya lagi, dari 30 kasus tersebut pelakunya justru orang-orang terdekat korban.
"Pelakunya orang-orang dekat," bebernya.
"Ada kakek tiri, ayah angkat, bahkan tetangga," tegas dia.
Dirinya menegaskan guna melakukan pencegahan, DPPKBP3A Bolsel tak henti-henti melakukan sosialisasi dan edukasi ke sekolah-sekolah terkait pencegahan kekerasan seksual.
"Makanya kami selalu edukasi dan sosialisasi dengan kegiatan di sekolah terutama bahaya kekerasan seksual," ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga selalu mengingatkan para orang tua agar selalu bersikap waspada terhadap orang lain walaupun itu keluarga sendiri.
"Kita juga bentuk Forum Anak Daerah sebagai pelopor dan pelapor kasus kekerasan pada anak," tegasnya.
"Forum Anak Daerah itu ada yang di SMA dan ada juga SMP. Kita ajak para siswa untuk tahu cara-cara menghindari kekerasan seksual," tandasnya.
(TribunManado.co.id/Nie)