TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Warga Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, digegerkan dengan penemuan sesosok pria yang ditemukan meninggal dunia di salah satu rumah kos, Rabu (4/2/2026) sore sekitar pukul 15.00 Wita.
Aparat kepolisian yang menerima laporan tersebut langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal sebelum dilanjutkan dengan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Informasi penemuan jasad korban pertama kali diterima personel Polsek Telaga Biru pada sore hari. Aparat kemudian bergerak cepat menuju lokasi guna memastikan kondisi korban.
Kanit Intel Polsek Telaga Biru, Bripka Alfian Thaib, menyebut laporan awal diterima sekitar pukul 15.11 Wita.
“Informasi kami terima sekitar pukul 15.11, jadi kemungkinan waktunya sekitar jam-jam begitu,” kata Alfian kepada TribunGorontalo.com.
Setelah menerima laporan, personel Polsek Telaga Biru bersama anggota lainnya langsung mendatangi lokasi kejadian.
Tidak lama berselang, sejumlah personel dari Polda Gorontalo turut datang dan melakukan olah TKP dengan melibatkan tim Inafis untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Korban diketahui bernama Didik Pratama Karim (33), berstatus pelajar/mahasiswa, beralamat di Dusun Taruna, Desa Tangkobu, Kecamatan Paguyaman.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun dari lingkungan pertemanan korban, Didik disebut pernah mengeluhkan kondisi kesehatan sebelum meninggal dunia.
“Informasinya korban sering mengeluh sakit dada dan sering muntah darah kepada temannya,” ungkap Alfian.
Meski demikian, penyebab pasti kematian korban masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan berada di dalam kamar kos. Berdasarkan keterangan awal di lokasi, posisi tubuh korban mengarah miring seperti sedang tidur.
“Korban dalam posisi seperti sedang tidur mengarah miring,” ujar Alfian.
Selain itu, kondisi jasad menunjukkan tanda-tanda korban telah meninggal beberapa waktu sebelum ditemukan warga.
“Aromanya sudah ada sedikit, diperkirakan korban meninggal tadi malam atau kemarin sore,” tambahnya.
Pihak kepolisian juga menerima informasi terkait kondisi keluarga korban. Disebutkan, ayah korban telah meninggal dunia sekitar dua tahun lalu.
“Korban orang asli Tuladenggi. Ayahnya, sepintas saya dengar, dua tahun lalu sudah meninggal,” jelas Alfian.
Diketahui ibu korban saat ini tinggal di wilayah Paguyaman. Sebelumnya, korban sempat tinggal bersama pamannya yang menjabat sebagai lurah di Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. Namun korban kemudian memilih tinggal sendiri di rumah kos wilayah Tuladenggi.
“Kalau menurut omnya, korban memang suka tinggal sendiri,” katanya.
Usai dilakukan olah TKP, jenazah korban dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban. (*)