Satu Keluarga dari Mamuju Tertimpa Kontainer di Pangkep Hendak Pulang Kampung Hadiri Acara Keluarga
February 05, 2026 08:40 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PANGKEP – Perjalanan pulang kampung yang seharusnya menjadi momen bahagia untuk berkumpul dengan keluarga berubah menjadi tragedi memilukan.

Satu keluarga asal Kota Mamuju, Sulawesi Barat, menjadi korban kecelakaan maut setelah mobil yang mereka tumpangi tertimpa truk kontainer di Jalan Poros Makassar–Parepare.

Kejadian tepatnya di Kilometer 78, Desa Mandalle, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (5/2/2026) tengah malam.

Lima orang dalam mobil tersebut merupakan satu keluarga: ayah, ibu, dan tiga anak.

Tiga di antaranya meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga: KRONOLOGI Mobil Angkut 1 Keluarga dari Mamuju Tertimpa Kontainer, Sopir Truk Tabrak Pembatas Jalan

Baca juga: BREAKING NEWS: Truk Kontainer Terguling Timpa Mobil Plat DC Sulbar di Pangkep 3 Penumpang Meninggal

Sementara sang ibu dan seorang anak balita selamat, namun mengalami luka parah.

Korban meninggal dunia diketahui berinisial MA (35), sang ayah sekaligus kepala keluarga dan pengemudi mobil Honda Brio bernomor polisi DC 1471 GI.

Dua anaknya, NA (7) dan PS (5), juga meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan di dalam kabin mobil yang ringsek parah setelah tertindih bak kontainer.

Sementara itu, sang ibu M (30) dan anak balitanya yang baru berusia sekitar satu tahun berhasil selamat.
Keduanya sempat dievakuasi warga dan diamankan di rumah penduduk sekitar sebelum mendapatkan penanganan medis.

Baru Delapan Tahun Menikah, Merantau Demi Ekonomi

Pasangan suami istri ini baru delapan tahun menikah.

Mereka merantau ke Mamuju sejak sekitar tahun 2020, sebelum gempa besar melanda wilayah Mamuju, dengan harapan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Malam nahas itu, mereka tengah menempuh perjalanan darat selama sekitar 10,1 jam dari Karema, Kota Mamuju, menuju kampung halaman di Desa Kanaungang, Kecamatan Labakkang, Pangkep, yang berjarak sekitar 351 kilometer dari titik awal perjalanan.

Tujuan mereka pulang kampung adalah untuk menghadiri acara keluarga di Labakkang.

Namun nahas, sekitar 16 kilometer sebelum tiba di rumah orang tua, maut justru menjemput mereka di Mandalle.

Kronologis Kecelakaan

Kepala Unit Gakkum Satlantas Polres Pangkep, IPDA Habib Harahap, menjelaskan kecelakaan melibatkan truk kontainer 9 feet bernomor polisi DP 8904 AP dengan muatan kosong dan mobil Honda Brio yang dikendarai korban.

Kedua kendaraan melaju searah dari utara ke selatan, dari arah Kota Parepare menuju Makassar.

“Dari penyelidikan awal, pengemudi truk diduga berusaha menghindari kendaraan lain. Namun kendaraan dengan tonase sekitar 9,5 ton itu justru naik ke median jalan, terguling ke badan jalan, lalu menimpa sedan di sisi kirinya,” jelas IPDA Habib.

“Oleng, panik, lalu menimpa sedan Brio,” tambahnya.

Bak kontainer kosong tersebut menghantam bagian atap mobil korban hingga ringsek parah.

Sedan lima penumpang itu nyaris tak berbentuk.

Sopir Truk Sempat Kabur

Usai kecelakaan maut tersebut, pengemudi truk kontainer yang membawa barang pangan dari arah Pinrang dilaporkan sempat melarikan diri karena panik.

Namun pada malam yang sama, sopir berusia 41 tahun itu akhirnya menyerahkan diri ke Mapolsek Mandalle yang berjarak sekitar 750 meter dari lokasi kejadian.

Sopir kini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian.

Kemacetan Panjang

Proses evakuasi korban dan kendaraan berlangsung hingga Kamis (6/2/2026) dini hari.

Otoritas Lalu Lintas Polres Pangkep harus bekerja keras mengevakuasi rongsokan kendaraan untuk mengurai kemacetan panjang yang terjadi selama sekitar 4,8 jam.

Dari arah selatan (Makassar), kemacetan mengular hingga mendekati ibu kota Kecamatan Segeri sejauh sekitar 2,1 kilometer.

Sementara dari arah utara (Parepare), antrean kendaraan mencapai Tanjung Butung, Tanete, Kabupaten Barru, sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer.

Arus lalu lintas baru kembali normal menjelang azan Subuh.

Dalam potongan video warga berdurasi sekitar 60 detik yang beredar, terlihat detik-detik dramatis saat warga bersama pengendara lain yang terjebak macet berupaya mengevakuasi kelima korban dari dalam mobil yang ringsek.

Tragedi ini menyisakan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat yang menyaksikan langsung bagaimana sebuah perjalanan pulang kampung berakhir dengan kehilangan yang tak tergantikan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.