TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kedekatan masyarakat di Kabupaten Gianyar, Bali, dengan instansi pemadam kebakaran (Damkar) Gianyar, telah ditunjukkan dengan berbagai permintaan pertolongan di luar peristiwa kebakaran.
Setelah sebelumnya Damkar diminta tolong menangkap belasan tokek yang bersarang pada AC.
Terbaru, warga meminta pertolongan pada petugas Damkar karena terjebak di dalam toilet, karena kuncinya rusak.
Selain itu, terdapat juga permintaan tolong orang tua yang tangan anaknya terjepit di pintu otomatis sebuah swalayan.
Baca juga: ALOKASI Anggaran Rp4,9 Miliar, Bangun Pos Damkar di Dentim Gunakan Hibah Lahan dari Kemenkeu
Kepala Dinas Damkar dan Satpol PP Gianyar, I Putu Yudanegara, Kamis 5 Februari 2026 membenarkan hal tersebut.
Kata dia, kejadiannya terjadi pada Rabu 4 Februari 2026 kemarin.
"Ya, kami menerima laporan warga terkunci di toilet dan anak yang tangannya terjepit pintu otomatis," ujarnya.
Meskipun laporan tersebut non kebakaran. Namun pihaknya tidak mengabaikan, melainkan menerjunkan personil untuk memberikan bantuan.
Dengan teknik yang dipelajari secara otodidak, kedua laporan tersebut pun berhasil diselesaikan.
"Yang terkunci di toilet orang dewasa, terjadi karena kuncinya rusak. Sementara yang anak terjepit pintu, begitu masuk toko, anak lepas dari ibunya, lalu ia bermain. Saat ada orang masuk, pintunya terbuka dan si anak memasukkan tangannya. Karena pintu toko tertutup otomatis maka pergelangan anak yang sudah lewat masuk jadi terjepit," ujarnya.
Yudanegara mengatakan, pihaknya tidak pernah tebang pilih penanganan.
Di mana setiap ada laporan permintaan tolong, pihaknya akan membantu secara profesional.
"Sebagai pelayanan, setiap permintaan tolong kami berusaha untuk membantu," ujarnya.
Yudanegara menjelaskan, bahwa permintaan di luar kebakaran kerap diterimanya.
Seperti menangkap ular, bahkan petugas Damkar kerap didatangi masyarakat untuk membuka cincin yang susah dilepas.
"Ini sebagai bentuk kedekatan kami dengan masyarakat, kami sangat menikmati kedekatan ini," ujarnya. (*)