Warga Desa Padasari Tegal Tak Bisa Tidur Nyenyak: Tiba-tiba Tanah Langsung Retak, Bangunan Roboh
February 05, 2026 10:54 AM

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bencana tanah bergerak yang terjadi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal tepatnya pada Senin (2/2/2026) merusak ratusan rumah warga baik kerusakan ringan, sedang, dan berat. 


Selain rumah, akses jalan desa, fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah termasuk balai desa juga ikut terdampak tanah bergerak. 


Bencana tanah bergerak yang kali ini melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara merupakan paling parah dari bencana serupa yang sebelumnya pernah terjadi. 


Kondisi tanah yang masih terus bergerak ditambah intensitas hujan masih tinggi khususnya di wilayah Kecamatan Jatinegara membuat warga Desa Padasari tidak bisa tidur. 


Hal itu diceritakan oleh Ketua RT11/RW 04, Mahbut Amin, saat ditemui Tribunjateng.com di dekat rumahnya yang juga terdampak tanah bergerak, pada Rabu (4/2/2026). 


Mahbut Amin menuturkan, pada saat kejadian tanah bergerak kondisi tanah langsung retak tanpa ada tanda-tanda suara gemuruh ataupun lainnya. 


Lantai rumahnya langsung mengalami keretakan sehingga dia dan keluarga di rumah langsung panik menyelamatkan diri. 

Baca juga: Debt Collector Prank Ambulans Semarang untuk Tagih Utang, Ahli Hukum: Dijerat Pasal Berlapis KUHP


"Tidak ada suara atau apa.

Jadi tiba-tiba tanah langsung retak dan baru menimbulkan suara bangunan yang roboh atau perlahan mengalami keretakan. 

Rumah saya terdampak dan bagian belakang sudah roboh.

Warga tidak ada yang bisa tidur nyenyak apalagi masih musim hujan," ungkap Mahbut Amin, pada Tribunjateng.com. 


Sejauh ini Mahbut Amin belum mengungsi dan masih mengamankan rumah karena ada barang-barang berharga yang belum diungsikan. 


Sedangkan sang istri mengungsi ke tempat yang lebih aman yaitu di posko pengungsian bersama warga lainnya. 


Bencana tanah bergerak kali ini dikatakan Mahbut bukan yang pertama kali terjadi tapi memang paling parah. 


"Rumah warga banyak yang rusak, termasuk pondok pesantren Al-Adalah dan balai desa juga kena.

Jalan juga banyak yang ambles tidak bisa dilalui kendaraan," jelas Mahbut. (dta) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.