Indonesia Masuk Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031, Ini Daftar Pesaing, Tapi Ada Kabar Buruk
February 05, 2026 11:41 AM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi mengonfirmasi perkembangan terbaru, terkait proses penunjukan tuan rumah Piala Asia 

Dalam pengumuman terbarunya, AFC menyebut empat negara telah menyatakan minat resmi untuk menjadi tuan rumah Piala Asia 2031.

Dilansir TribunnewsSultra.com dari laman MakanBola.com, disampaikan menyusul usulan Presiden AFC, Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, pada Kongres AFC ke-35.

Dalam forum tersebut, Shaikh Salman mengajukan gagasan agar pemilihan tuan rumah Piala Asia 2031 dan 2035 dilakukan satu kongres sama.

Baca juga: Nam Dinh Vs Johor Darul Tazim Prediksi Skor dan Line Up: Wakil Vietnam Fix Kantongi Tiket Semifinal

Usulan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk perencanaan jangka panjang penyelenggaraan turnamen utama Asia.

Pendekatan ini juga diharapkan dapat memberikan kepastian lebih awal bagi negara tuan rumah dalam mempersiapkan infrastruktur dan aspek teknis lainnya.

Melalui pernyataan resminya, AFC menjelaskan bahwa undangan pengajuan bidding Piala Asia 2035 telah dikirimkan kepada seluruh asosiasi anggota pada 27 Agustus 2025.

Batas akhir pengumpulan dokumen bidding ditetapkan, 31 Desember 2025.

Seluruh proses pengajuan dilakukan berdasarkan kerangka kerja, regulasi, serta garis waktu evaluasi telah ditetapkan AFC.

Hingga tenggat waktu berakhir, terdapat empat negara yang secara resmi mengajukan minat menjadi tuan rumah Piala Asia 2035.

Keempat negara tersebut adalah Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Kuwait.

Baca juga: Persija Jakarta Dapat Pengganti Ivar Jenner, Sosok Jean Mota Eks Rekan Lionel Messi di Inter Miami

Seluruh kandidat itu dikenal memiliki pengalaman panjang dalam menggelar turnamen internasional serta infrastruktur sepak bola yang mumpuni.

Di saat bersamaan, AFC juga memberikan pembaruan terkait proses bidding Piala Asia 2031.

Setelah Asosiasi Sepak Bola Uni Emirat Arab memutuskan menarik diri dari proses bidding, jumlah kandidat tuan rumah edisi 2031 berkurang.

Saat ini, terdapat 6 kandidat masih bersaing menjadi tuan rumah Piala Asia 2031.

Keenam kandidat tersebut India, Australia, Indonesia, Korea Selatan, Kuwait, serta bidding bersama yang melibatkan Kyrgyzstan, Tajikistan dan Uzbekistan.

Kehadiran Indonesia dalam daftar ini menandai peluang besar bagi Tanah Air, kembali dipercaya menggelar ajang tertinggi sepak bola Asia.

AFC menyatakan akan segera berkoordinasi, seluruh asosiasi anggota mengajukan bidding.

Koordinasi tersebut bertujuan menyelaraskan proses penyerahan dokumen bidding, lengkap sesuai ketentuan.

Selanjutnya, AFC akan melakukan proses evaluasi menyeluruh berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan.

Keputusan final mengenai tuan rumah Piala Asia 2031 dan 2035 direncanakan akan diumumkan pada Kongres AFC berikutnya.

Di tengah kabar positif terkait peluang Indonesia di level Asia, sepak bola nasional dihadapkan sanksi disipliner serius.

Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, resmi dijatuhi sanksi berat Komite Disiplin FIFA.

Baca juga: Persib Bandung Vs Malut United Analisa Prediksi Skor dan Line Up: Ajang Reuni Pemain Kie Raha

Hukuman tersebut dijatuhkan, setelah Sumardji dinilai bersalah insiden laga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Insiden itu terjadi saat pertandingan putaran keempat, antara Irak melawan Indonesia pada 11 Oktober 2025.

Dalam laga tersebut, wasit asal China, Ma Ning, mengeluarkan kartu merah untuk Sumardji serta 2 pemain Indonesia, Thom Haye dan Shayne Pattynama.

Ketiganya dinilai melakukan protes berlebihan, terhadap keputusan wasit.

Khusus Sumardji, ia diusir dari lapangan setelah terbukti mendorong Ma Ning dari belakang hingga sang wasit terjatuh.

Komite Disiplin FIFA kemudian melakukan penilaian menyeluruh, atas insiden tersebut.

Penilaian dilakukan berdasarkan laporan wasit, laporan koordinator pertandingan, serta bukti berupa rekaman video dan foto yang diserahkan oleh AFC.

Baca juga: PSIM Yogyakarta Vs Persis Solo Prediksi Skor dan Line Up Pemain: Derbi Mataram Sarat Gengsi

Berdasarkan hasil investigasi tersebut, FIFA menjatuhkan hukuman larangan mendampingi tim selama 20 pertandingan kepada Sumardji.

Selain itu, ia juga dikenakan denda sebesar 15.000 Swiss Franc atau sekitar Rp76 juta.

Putusan tersebut menjadi salah satu sanksi terberat, pernah diterima ofisial Timnas Indonesia di ajang internasional.

Laporan resmi Komite Disiplin FIFA terkait kasus ini telah dipublikasikan, melalui situs resmi FIFA, pada 16 Desember 2025 lalu. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.