Viral! Sopir Ambulans di Cilegon Banten Cekcok dan Dimaki Panitia Hajatan saat OTW Jemput Pasien
February 05, 2026 12:17 PM

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Sebuah video berdurasi 1 menit 58 detik memperlihatkan sopir ambulans cekcok dan dimaki panitia hajatan di Kota Cilegon, Banten.

Insiden ini viral di media sosial dan menuai perhatian publik karena melibatkan kendaraan prioritas untuk menyelamatkan nyawa.

Kronologi Peristiwa

Percekcokan terjadi saat sopir ambulans, Tri Lukito, hendak menjemput pasien di daerah Pegantungan menuju Puskesmas Jombang, Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. 

Baca juga: Pasca Insiden Asap Kuning di Terminal PT Vopak Merak, Warga Kalibaru Cilegon Dipantau Kesehatannya

Saat keluar dari garasi markas relawan di Lingkungan Kubang Sepat, Citangkil, mobil ambulans terhalang kendaraan tamu undangan pesta pernikahan yang diparkir di depan.

Saat itu, ia mendapat panggilan darurat untuk menjemput pasien di daerah Pegantungan, Kota Cilegon, menuju Puskesmas Jombang. 

"Saat saya keluar gang, saya pun melihat ada mobil terparkir di depan ambulans. Kemudian saya langsung panasin mesin, karena ambulans bermesin diesel. Agar mesin tidak masuk angin," ujar Tri saat dihubungi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (5/2/2026).

Setelah mesin siap, Tri menyalakan sirene pendek sebagai tanda bahwa ambulans tersebut akan segera keluar, namun tindakan tersebut memancing reaksi negatif dari panitia acara.

"Tapi di situ saya ditegur panitia parkir, dia bilang enggak lihat ada event?," ucap Tri menirukan perkataan pria berbaju batik tersebut. 

Tri lantas memberikan penjelasan tegas mengenai urgensi tugasnya. 

"Lalu saya jawab, saya mau jemput pasien, lebih penting nyawa atau acara? Kalau enggak ada panggilan, ngapain juga saya keluar," jawab Tri kepada warga berbaju batik tersebut.

Meski akhirnya pemilik mobil dipanggil untuk memindahkan kendaraan, ketegangan justru memuncak. 

Tri menceritakan bahwa adiknya mendengar ucapan kasar yang dilontarkan panitia kepada pemilik mobil yang menghalangi jalan. 

"Panitia itu pun sempat berkata ke pemilik mobil. 'Pindahin dulu mobilnya. Monyet itu mau keluar'," kata Tri menirukan perkataan yang didengar adiknya. 

Setelah mobil dipindahkan, pria berbaju batik tersebut terus melontarkan kata-kata dengan nada tinggi dan kasar. 

Awalnya Tri tidak merespons, namun karena terus dihina, ia akhirnya keluar dari mobil ambulans untuk menanyakan alasan perlakuan tersebut. 

"Kemudian perdebatan seperti di video pun terjadi, hingga akhirnya kami pun dilerai oleh warga lainnya," ucap Tri.

Tindakan Sopir Ambulans

Menyadari kondisi pasien yang harus segera dijemput, Tri memutuskan untuk segera tancap gas menuju lokasi tanpa memperpanjang perdebatan. 

Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih menghargai ambulans sebagai kendaraan prioritas. 

"Karena ambulans adalah kendaraan yang diprioritaskan untuk menyelamatkan banyak orang," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.