Kedua, YBR (10), siswa kelas V SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih mengakhiri hidup dengan memilih gantung diri.
Ketiga, Peristiwa tragis berupa dugaan tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia terjadi di Desa Tniumanu, Malaka.
Keempat, Kabut duka menyelimuti SD Negeri Rj di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kelima, Anggota DPR RI menyoroti kasus anak SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakhiri hidup secara tragis.
1. Keluarga Laporkan Dugaan Pengeroyokan Samuel Fahik hingga Tewas ke Polres Malaka
Keluarga Almarhum Samuel Fahik resmi melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia ke Polres Malaka, Rabu (4/2/2026).
Laporan tersebut diajukan melalui kuasa hukum keluarga korban, Norbertus Kehi Bria, SH, setelah kematian Samuel Fahik dinilai tidak wajar.
Berdasarkan keterangan keluarga korban yang disampaikan kuasa hukum, Samuel Fahik diduga mengalami penganiayaan atau pengeroyokan hingga meninggal dunia di Desa Tniumanu, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (1/2/2026) lalu.
Baca selengkapnya di sini
2. Anak SD Bunuh Diri di Ngada, Ibu Korban: Saya Pikir Dia Pergi Sekolah
YBR (10), siswa kelas V SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih mengakhiri hidup, Kamis (29/1/2026).
YBR gantung diri pada seutas tali yang terikat di pohon cengkeh. Mayatnya dalam posisi tergantung ditemukan oleh warga Desa Naruwolo.
Tempat kejadian perkara (TKP) di kebun, tidak jauh dari gubuk tempat YBR bersama sang nenek tinggal. Hanya berjarak sekitar 3 meter.
Baca selengkapnya di sini
3. Dugaan Pengeroyokan Tewaskan Seorang Warga di Tniumanu Kabupaten Malaka
Peristiwa tragis berupa dugaan tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia terjadi di Desa Tniumanu, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.
Korban diketahui bernama Samuel Fahik, warga asal Raimanuk, Kabupaten Belu.
Hingga saat ini, peristiwa tersebut masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Baca selengkapnya di sini
4. Anak SD Bunuh Diri di Ngada, Kepsek Beberkan Kondisi Korban Selama Sekolah
Kabut duka menyelimuti SD Negeri Rj di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
YBR (10), siswa kelas IV SD Negeri Rj, mengakhiri hidup secara tragis, Kamis (29/1/2026).
Mayat YBR tergantung pada seutas tali yang terikat pada pohon cengkeh di kebun milik neneknya.
Baca selengkapnya di sini
5. Hugo Parera Desak Polisi Usut Anak SD Bunuh Diri di Ngada
Anggota DPR RI, Andreas Hugo Parera menyoroti kasus anak SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakhiri hidup secara tragis.
YBR (10), siswa kelas IV SD Negeri Rj itu memilih bunuh diri. Mayatnya ditemukan tergantung pada seutas tali yang terikat di pohon cengkeh, Kamis (29/1/2026).
Saat mengevakuasi korban, warga menemukan surat yang ditujukan kepada ibunya, Maria Goreti Te'a (47).(*)
Baca selengkapnya di sini