SURYA.CO.ID, SURABAYA - Program Studi Magister Arsitektur Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), resmi mencetak sejarah dengan meluluskan angkatan perdananya.
Momen penting ini, terjadi dalam prosesi Yudisium Fakultas Teknik yang diikuti oleh total 233 mahasiswa dari jenjang sarjana (S1) dan magister (S2).
Sebanyak delapan mahasiswa Magister Arsitektur dinyatakan lulus dalam periode ini. Dekan Fakultas Teknik Untag Surabaya, Dr. Ir. R.A. Retno Hastijanti, M.T., IAI, APEC Eng., menyatakan bahwa kelulusan ini merupakan pencapaian besar bagi pengembangan pendidikan pascasarjana di lingkungan kampus tersebut.
"Magister Arsitektur kali ini meluluskan delapan mahasiswa dan ini merupakan angkatan pertama. Salah satunya juga berhasil menjadi lulusan terbaik," ungkap Retno kepada SURYA.co.id di sela acara yudisium di Surabaya, Kamis (5/2/2026).
Pihak fakultas menekankan, bahwa kurikulum di Untag Surabaya tidak hanya berfokus pada keunggulan akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Lulusan diharapkan memiliki jiwa nasionalis dan kepedulian tinggi terhadap lingkungan hidup.
Beberapa poin utama yang ditekankan bagi lulusan meliputi:
Lulusan terbaik dari prodi ini, Ekky Nada Wijaya, membuktikan kualitas risetnya melalui tesis berjudul "Peran Kontekstualitas Fasilitas Taman Kota dalam Mendukung Keberlanjutan".
Dengan studi kasus di Kota Surabaya, Ekky menyoroti banyaknya ruang terbuka hijau yang mulai ditinggalkan masyarakat karena desain yang tidak lagi kontekstual.
Ekky memilih Untag Surabaya karena fleksibilitas sistem perkuliahannya.
"Sistem hybrid (online dan offline) sangat membantu kami yang sudah bekerja agar tetap bisa melanjutkan studi tanpa mengganggu produktivitas profesional," tuturnya. Ia berencana membawa hasil risetnya ke kancah publikasi ilmiah internasional.
Untag Surabaya atau yang dikenal sebagai Kampus Merah Putih, merupakan salah satu perguruan tinggi swasta tertua di Jawa Timur (Jatim) yang didirikan pada tahun 1958. Fakultas Teknik menjadi salah satu pilar utama universitas ini dalam mencetak tenaga ahli di bidang infrastruktur dan manufaktur.
Kehadiran Magister Arsitektur melengkapi ekosistem akademik untuk menjawab tantangan pembangunan kota berkelanjutan di Indonesia.