Bagaimana Pendapat Anda Mengapa Bangsa-bangsa Islam Mudah Dijajah Bangsa Barat?
Moh. Habib Asyhad February 05, 2026 02:34 PM

Lalu bagaimana pendapat anda mengapa bangsa bangsa Islam mudah dijajah bangsa barat?

---

Intisari hadir di whatsapp channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini

---

Intisari-Online.com -Pada masanya, bangsa-bangsa Islam pernah sangat berkuasa. Tak hanya di sekitar wilayah di Islam lahir, tapi juga hingga ke Semenanjung Iberia di Eropa. Tapi memasuki era modern, pamor bangsa-bangsa Islam mulai meredup salah satunya disebabkan oleh penjajahan oleh bangsa-bangsa Barat.

Lalu bagaimana pendapat anda mengapa bangsa bangsa Islam mudah dijajah bangsa barat?

Secara garis besar, bangsa-bangsa Islam mudah dijajah oleh bangsa Barat utamanya karena adanya perpecahan internal, lemahnya kesadaran nasional/kesatuan, serta stagnasi dalam perkembangan teknologi dan militer dibandingkan Barat. Tak hanya itu, strategi adu domba (devide et impera) yang diterapkan penjajah berhasil memecah belah kerajaan-kerajaan Islam, didukung oleh kesenjangan ekonomi yang membuat pertahanan melemah.

Faktor-faktor spesifik mengapa bangsa-bangsa Islam mudah dijajah meliputi:

  1. Perpecahan dan Konflik Internal

Lemahnya persatuan di antara kerajaan-kerajaan Islam atau penguasa lokal menyebabkan mereka mudah diadu domba oleh bangsa Eropa.

  1. Ketertinggalan Teknologi dan Militer

Terjadinya stagnasi di dunia Islam, sementara Barat mengalami kemajuan pesat dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan persenjataan.

  1. Faktor Ekonomi

Eksploitasi kekayaan rempah-rempah dan sumber daya alam (emas/kekayaan) oleh Barat, yang didorong motivasi Gold, Glory, Gospel (3G), melemahkan stabilitas ekonomi wilayah tersebut.

  1. Strategi Pecah Belah

Penjajah menggunakan metode devide et impera untuk memanipulasi penguasa lokal dan memicu konflik internal.

  1. Stagnasi Pemikiran

Kurangnya inovasi dan adaptasi terhadap perubahan zaman. Dengan situasi perpecahan internal yang terjadi, bangsa Barat dengan mudah mengambil alih kekuasaan dan merusak peradaban lokal.

Penyebab datangnya bangsa-bangsa barat ke Indonesia

Portugis adalah bangsa Barat pertama yang menginjakkan kaki di Nusantara. Disusul kemudian Spanyol, Inggris, dan Belanda.

Rempah-rempah barangkali adalah tujuan pertamanya, tapi dalam perkembangannya, tak cuma itu.

Awalnya bangsa Barat memperoleh rempah-rempah dari pedagang Islam di Laut Tengah. Namun, sejak jatuhnya Konstantinopel ke Dinasti Usmani, pedagang Eropa sudah tidak bisa lagi mendapat rempah-rempah dari wilayah tersebut.

Menurut Samsudin Renhoat dalam buku Belajar Kebudayaan, Sosial, dan Sejarah Dunia (2023), motivasi ekonomi menjadi salah satu penyebab datangnya bangsa Barat ke Indonesia. Bangsa-bangsa Eropa, seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Perancis, berbondong-bondong ke Asia, termasuk Indonesia, untuk mencari rempah-rempah.

Mereka melakukan perjalanan ini juga untuk mencari jalur perdagangan baru, yang menurutnya lebih menguntungkan. Selain ekonomi, penyebaran agama turut menjadi salah satu faktor penyebab bangsa Barat datang ke Indonesia.

Visi mereka, yakni membawa dan menyebarkan agama Kristen di wilayah-wilayah yang mereka datangi. Gereja Kristiani berperan dalam pelaksanaan visi ini.

Dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), penyebab datangnya bangsa Barat ke Indonesia adalah runtuhnya Kekaisaran Romawi. Kekaisaran yang terletak di Eropa ini, pernah mengalami kejayaannya pada masa pemerintahan Kaisar Octavianus Augustus.

Runtuhnya kekaisaran ini menyebabkan mundurnya jaringan perdagangan Asia dan Eropa. Akibatnya, bangsa Barat berbondong-bondong ke Asia, termasuk Indonesia.

Perang Salib juga menjadi salah satu faktor penyebab bangsa Barat datang ke Indonesia. Diperkirakan perang ini berlangsung selama 200 tahun lebih.

Terakhir, penyebab datangnya bangsa Barat ke Indonesia adalah semangat 3G (Gold, Glory, Gospel). Gold berarti keinginan untuk memperoleh kekayaan. Glory artinya berjaya dan menguasai wilayah yang didatangi. Sementara gospel adalah misi penyebaran agama Kristiani.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.