Harga Emas Bergejolak, Akademisi Universitas Palangk Raya Tegaskan Bukan Sinyal Krisis Ekonomi
February 05, 2026 03:05 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Naik turunnya harga emas dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian di tengah masyarakat. Setelah terus merangkak naik sepanjang Januari 2026 dan bahkan menyentuh level di atas Rp3 juta per gram.

Memasuki Februari pergerakan harga emas mulai bergerak fluktuatif dari hari ke hari atau mengalami koreksi.

Berdasarkan pantauan dari laman resmi Antam, harga emas batangan ukuran 1 gram pada Kamis (5/2/2026) tercatat berada di level Rp 2.956.000, turun Rp 17.000 dibandingkan harga sebelumnya. Pergerakan tersebut menunjukkan adanya koreksi setelah harga emas sebelumnya berada di level tinggi.

Namun kondisi tersebut ditegaskan bukan sebagai tanda krisis ekonomi. Akademisi Universitas Palangka Raya (UPR) menilai, pergerakan harga emas yang terjadi saat ini merupakan bagian dari mekanisme pasar yang wajar.

Pengamat ekonomi sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya (UPR), Suherman Juhari mengatakan, secara teori pasar keuangan, setiap kenaikan harga yang terjadi secara tajam hampir selalu diikuti oleh fase penyesuaian harga.

“Secara ekonomi, penurunan harga emas setelah sempat berada di level tinggi merupakan hal yang sangat wajar. Dalam teori pasar keuangan, setiap kenaikan tajam atau bullish rally hampir selalu diikuti oleh fase ambil untung atau penyesuaian harga,” ujarnya kepada TribunKalteng.com, Kamis (5/2/2026).

Menurut Suherman, harga emas merupakan salah satu instrumen yang sangat sensitif terhadap berbagai sentimen global. Faktor seperti kebijakan suku bunga Amerika Serikat, pergerakan nilai dolar, hingga ketegangan geopolitik dunia kerap memengaruhi pergerakan harga emas dalam jangka pendek.

“Fenomena koreksi yang terjadi saat ini lebih kepada penyesuaian pasar, bukan sinyal krisis ekonomi. Meski demikian, masyarakat tetap perlu waspada karena kondisi global masih dinamis,” jelasnya.

Baca juga: Efek Harga Emas Naik Turun di Palangka Raya Kalteng, Update Besok Kamis 5 Februari 2026 Dinanti

Baca juga: Harga Emas Hari Ini di Sampit Kalteng Naik, Antam Tembus Rp3,3 Juta per Gram, Cek Jenis Lainnya

Ia menambahkan, fluktuasi harga emas dalam jangka pendek tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator untuk menilai kondisi perekonomian secara menyeluruh. Pergerakan harga yang naik dan turun dari hari ke hari merupakan hal yang lazim terjadi di pasar.

“Koreksi harga emas adalah bagian dari mekanisme pasar yang normal. Yang terpenting masyarakat tetap rasional dan memahami konteks pergerakan harga tersebut,” tegas Suherman.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat menyikapi perubahan harga emas dengan tenang dan tidak terburu-buru mengambil keputusan, terutama di tengah situasi ekonomi global yang masih berfluktuasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.