Bentrok Nelayan Pasuruan Pecah, 4 Perahu Dibakar di Area Pelabuhan
February 05, 2026 04:32 PM

 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Suasana di Pelabuhan Kota Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) mendadak mencekam pada Rabu (5/2/2026) malam. Aksi anarkis terjadi saat sejumlah perahu milik nelayan diduga sengaja dibakar di tengah ketegangan antar kelompok warga.

Kronologi Pembakaran Perahu di Pelabuhan Pasuruan

Informasi yang dihimpun SURYA.co.id di lapangan menyebutkan, peristiwa ini melibatkan kelompok nelayan dari Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, dengan nelayan Desa Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo.

Dalam rekaman video amatir yang beredar luas, kobaran api tampak melahap sedikitnya empat perahu nelayan yang tengah bersandar di pelabuhan.

Konflik memuncak hingga terjadi aksi saling serang usai waktu salat Isya. Keributan ini diduga kuat dipicu oleh sengketa wilayah tangkap ikan di laut yang telah berlangsung lama dan belum menemukan titik temu.

“Awalnya perahu dari Kalirejo yang dibakar. Tidak terima, sempat terjadi aksi balasan. Situasinya langsung panas,” ujar Abdul Halim, salah satu tokoh masyarakat setempat.

Dua unit mobil pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah agar tidak merembet ke pemukiman warga.

Akar Masalah: Dendam Lama Sengketa Wilayah

Abdul Halim menambahkan, bahwa perselisihan ini merupakan buntut dari dendam lama terkait perebutan zona mencari ikan.

Hingga saat ini, perselisihan tersebut dikabarkan belum pernah diselesaikan secara tuntas melalui jalur formal maupun adat.

Merespons situasi yang kian memanas, personel Polisi dan TNI segera terjun ke lokasi untuk melakukan penyekatan dan pencegahan agar bentrokan tidak meluas.

Langkah mediasi pun segera digelar dengan mempertemukan kedua belah pihak yang bertikai.

Langkah Mediasi dan Kondisi Terkini

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Titus Yudho Uly, menegaskan bahwa kehadiran aparat adalah untuk memastikan rasa aman bagi masyarakat. Ia memastikan bahwa saat ini situasi sudah terkendali.

  • Polisi dan TNI melakukan pengamanan ketat di perbatasan desa.
  • Mediasi melibatkan Forkopimda dan tokoh agama.
  • Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri, semua pihak hadir sehingga permasalahan ini bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Pasuruan Kota sudah kondusif dan masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan nyaman,” terang AKBP Titus.

Senada, Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menyatakan syukurnya atas tercapainya kesepakatan damai.

“Alhamdulillah hari ini kami sudah bertemu, kami sepakat bahwa semua persoalan bisa diselesaikan dengan kekeluargaan,” pungkasnya.

Latar Belakang dan Konteks

Konflik perebutan wilayah tangkap atau fishing ground merupakan persoalan klasik di wilayah pesisir utara Jawa Timur. Sengketa ini biasanya muncul karena perbedaan alat tangkap, atau klaim batas wilayah tradisional antar desa nelayan yang tidak tertulis secara administratif.

Penanganan konflik serupa memerlukan pendekatan sosiologis yang mendalam, selain penegakan hukum guna mencegah aksi balas dendam yang berulang di masa depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.