Kementrian PU Lakukan Kajian Teknis di Lokasi Fenomena Mirip Sinkhole Pondok Balik Aceh Tengah
February 05, 2026 05:48 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan penanganan sinkhole di kawasan Pondok Balik, Kabupaten Aceh Tengah akan dilakukan secara menyeluruh dan permanen setelah melalui tahapan analisis teknis yang matang.

Petugas Kementerian PU dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Mulyadi, menjelaskan bahwa sejak 25 Januari 2026, Kementerian PU telah menerima instruksi langsung dari Menteri PU untuk menangani titik sinkhole tersebut hingga tuntas.

“Penanganan di lokasi saat ini sudah dipercayakan kepada PT Hutama Karya dengan konsep rancang bangun (design and build).

Artinya, dilakukan perencanaan, analisis, hingga pembangunan permanen yang benar-benar menjamin mutu dan keamanan,” kata Mulyadi kepada TribunGayo.com, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, tahapan awal yang kini dilakukan adalah analisis pergerakan dan struktur tanah, termasuk dengan pemasangan pagar pengaman di sekitar lokasi sinkhole. 

Hasil pengamatan sementara menunjukkan bahwa tanah di titik tersebut masih mengalami penurunan.

“Karena itu, kami tidak bisa langsung menurunkan alat berat atau melakukan pemancangan.

Jika dilakukan saat tanah masih bergerak, risiko kerusakan justru bisa melebar,” jelasnya.

Proses Analisis Sampai Tiga Bulan

Mulyadi memperkirakan proses analisis akan berlangsung sekitar dua sampai tiga bulan, hingga diperoleh gambaran utuh mengenai karakteristik tanah dan metode penanganan paling aman serta efektif.

Meski demikian, ia memastikan bahwa akses lalu lintas di sekitar lokasi tetap aman dan berfungsi.

Jalan alternatif di sisi lokasi sinkhole telah disiapkan dan akan terus diperbaiki untuk menunjang mobilitas masyarakat.

“Hingga hari ini, lalu lintas masih aman dan masyarakat tetap bisa melintas, baik kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujarnya.

Kementerian PU menegaskan bahwa penanganan sinkhole Pondok Balik akan dilakukan secara hati-hati dan berbasis kajian teknis.

Hal itu guna mencegah risiko lanjutan serta menjamin keselamatan pengguna jalan dalam jangka panjang.

Longsor Terus Bergerak

Kondisi tersebut kini mengancam permukiman warga serta sejumlah infrastruktur kelistrikan di Kabupaten Aceh Tengah hingga Bener Meriah.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Sukirman kepada TribunGayo.com pada Senin (2/2/2026), menyebut longsor di kawasan itu masih terus bergerak dan memerlukan penanganan serius.

Dalam sehari, tanah yang tergerus bisa terjadi 10 hingga 15 kali dengan lebar 3 sampai 4 meter perhari.

Ia mengingatkan, jika dibiarkan, longsoran berpotensi membelah kawasan dan menjalar ke desa-desa di sekitarnya. (*)

Baca juga: Lubang Mirip Sinkhole di Pondok Balik Tergerus Belasan Kali Sehari, Area Longsoran Kian Meluas

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.