TRIBUNJOGJA.COM - Sejarah seringkali mencatat perang yang berlangsung selama puluhan tahun, seperti Perang Seratus Tahun atau Perang Dingin.
Namun, ada kalanya ego politik berbenturan dengan kekuatan militer yang begitu timpang sehingga perang berakhir dalam hitungan hari, jam, bahkan menit.
Berikut adalah 7 perang paling singkat dalam sejarah:
Baca juga: 5 Fakta Sejarah Croissant, Ternyata Bukan Berasal dari Perancis!
Inilah pemegang rekor absolut sebagai perang paling singkat yang pernah tercatat secara resmi.
Tragedi ini meletus pada 27 Agustus 1896, dipicu oleh perebutan takhta di Kesultanan Zanzibar.
Ketika Sultan baru yang tidak disukai Inggris menolak untuk turun dari jabatannya, Angkatan Laut Inggris memutuskan untuk berbicara melalui meriam. Perang ini hanya berlangsung selama 38 menit.
Tepat pukul 09.00 pagi serangan dimulai, dan pada pukul 09.38 pagi, bendera di istana Sultan diturunkan sebagai tanda menyerah.
Meski singkat, serangan ini menghancurkan sebagian besar pertahanan istana dan mengakibatkan ratusan korban jiwa di pihak Zanzibar.
Meskipun kedengarannya seperti keributan antar suporter, konflik antara El Salvador dan Honduras ini adalah perang militer yang nyata.
Ketegangan yang sudah lama membara akibat masalah imigrasi dan tanah memuncak saat kedua negara bertemu di kualifikasi Piala Dunia 1970.
Konflik ini meletus dan berlangsung selama sekitar 100 jam saja. Meski durasinya sangat pendek, dampak kemanusiaannya cukup besar dengan ribuan orang terpaksa mengungsi sebelum gencatan senjata akhirnya dipaksakan oleh tekanan internasional.
Dalam sejarah modern Timur Tengah, tidak ada konflik yang mengubah peta politik secepat perang ini.
Pada Juni 1967, Israel melancarkan serangan udara kejutan terhadap Mesir, yang kemudian disusul oleh keterlibatan Yordania dan Suriah.
Sesuai dengan namanya, perang ini hanya memakan waktu 6 hari. Dalam kurang dari seminggu, Israel berhasil menguasai Jalur Gaza, Semenanjung Sinai, Tepi Barat, dan Dataran Tinggi Golan, meninggalkan dampak geopolitik yang masih terasa hingga detik ini.
Perang yang pecah pada tahun 1971 ini merupakan titik balik lahirnya sebuah negara baru. Konflik bermula dari krisis politik di Pakistan Timur yang menyebabkan India melakukan intervensi militer.
Seluruh operasi besar ini diselesaikan dalam waktu 13 hari. Kecepatan serangan India dan dukungan dari gerakan pembebasan lokal membuat militer Pakistan tidak memiliki pilihan selain menyerah secara massal di Dhaka, yang secara resmi mengakhiri konflik dan menandai berdirinya Bangladesh.
Konflik ini bermula dari ambisi Raja Milan Obrenović dari Serbia yang merasa terganggu oleh penyatuan wilayah Bulgaria.
Pada November 1885, Serbia meluncurkan serangan dengan harapan kemenangan cepat. Namun, mereka meremehkan pertahanan Bulgaria yang gigih.
Pertempuran ini hanya bertahan selama 14 hari. Bulgaria berhasil memukul mundur pasukan Serbia hingga ke perbatasan mereka sendiri sebelum akhirnya kekuatan besar Eropa turun tangan untuk menengahi perdamaian agar stabilitas di Balkan tetap terjaga.
Setelah runtuhnya Kekaisaran Rusia pasca Perang Dunia I, kedua negara kaukasus yang baru merdeka ini terjebak dalam sengketa wilayah perbatasan yang disebut Lori.
Ketidakmampuan untuk bernegosiasi secara diplomatis memicu kontak senjata pada Desember 1918. Peperangan ini berlangsung selama 24 hari.
Kondisi musim dingin yang ekstrem dan kekurangan logistik membuat pergerakan pasukan menjadi sangat lambat, hingga akhirnya Inggris memediasi gencatan senjata yang membagi wilayah tersebut menjadi zona netral.
Konflik ini merupakan salah satu perang besar yang melibatkan ratusan ribu personel namun berakhir dengan sangat tiba-tiba. Tiongkok menginvasi perbatasan utara Vietnam sebagai "pelajaran" atas intervensi Vietnam di Kamboja.
Aksi militer ini berlangsung selama 27 hari. Setelah berhasil menduduki beberapa kota strategis di perbatasan, Tiongkok mengklaim bahwa tujuan mereka sudah tercapai dan segera menarik seluruh pasukannya kembali, meninggalkan kedua negara dalam status saling klaim kemenangan.
Daftar di atas membuktikan bahwa durasi sebuah perang tidak selalu menentukan besarnya dampak yang dihasilkan.
Dalam sejarah, waktu terkadang hanyalah angka, tetapi keputusan yang diambil dalam waktu singkat itulah yang menjadi legenda.
(MG ADZKIA HAFIDZA ELFADZ)