Mengenal Walisson Maia, Bek Senior Brasil Tembok Baru Arema FC Pernah Cicipi Kerasnya Serie A
February 05, 2026 08:35 PM

SURYAMALANG.COM, - Arema FC resmi memperkenalkan Walisson Moreira Farias Maia sebagai tembok baru untuk memperkokoh lini pertahanan Singo Edan di putaran kedua Super League 2025/2026.

Bek senior kelahiran Brasil berusia 34 tahun ini bukan pemain sembarangan; ia datang dengan modal pengalaman panjang di kompetisi elit Serie A Brasil serta reputasi apik sebagai pemain yang membawa timnya promosi.

Meski diguyur hujan deras dalam latihan perdana di Lapangan Dreams Football Pitch Pakis, Kamis (5/2/2026), antusiasme pemain bertinggi 187 cm ini menjadi sinyal positif bagi ambisi Arema FC menjaga kestabilan di laga-laga krusial mendatang.

Berposisi sebagai bek tengah, Walisson Maia diperkenalkan manajemen Arema FC pada Kamis hari ini, saat bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 masih terbuka. 

Baca juga: Walisson Moreira Farias Maia, Pemain Baru Arema FC dari Brasil, Langsung Latihan dalam Guyuran Hujan

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan perekrutan Walisson Maia merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan manajemen bersama jajaran tim pelatih.

Langkah cepat ini diambil menyusul kebutuhan mendesak tim terhadap tambahan tenaga di sektor belakang, yang dinilai perlu peningkatan dari sisi kedalaman maupun kualitas, setelah belum lama ini, Arema FC melepas Odivan Koerich.

"Setelah melalui proses evaluasi bersama tim pelatih, kami menilai lini belakang membutuhkan tambahan pemain dengan karakter dan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan tim pada sisa kompetisi ini,” ujar Yusrinal kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (5/2/2026).

Awal Karier dan Pengalaman Cicipi Kerasnya Serie A

Walisson Maia atau yang memiliki nama lengkap Walisson Moreira Farias Maia merupakan pemain kelahiran Natividade, Brasil pada 21 Agustus 1991.

Karier sepak bola Walisson bermula saat dirinya bermain untuk klub Serie A Brasil, Coritiba, pada 2012 atau saat usianya menginjak 21 tahun.

Namun, awal karier Walisson tak berlangsung mulus bersama klub tersebut. Ia hanya tercatat satu kali diturunkan sebagai starter sebelum akhirnya menyudahi kariernya di sana.

Baca juga: Manajemen Arema FC Ungkap Alasan Melepas Odivan Koerich di Putaran Kedua Super League 2025/2026

BURSA TRANSFER - Walisson Maia menjalani latihan bersama Arema FC di Lapangan Dreams Football Pitch Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (5/2/2026). Di tengah guyuran hujan deras, pemain berusia 34 tahun terlihat cukup antusias dalam mengikuti instruksi yang diberikan oleh tim pelatih.
BURSA TRANSFER - Walisson Maia menjalani latihan bersama Arema FC di Lapangan Dreams Football Pitch Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (5/2/2026). Di tengah guyuran hujan deras, pemain berusia 34 tahun terlihat cukup antusias dalam mengikuti instruksi yang diberikan oleh tim pelatih. (SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah)

Setelah itu, Walisson memilih bermain untuk sejumlah klub Serie B dan Serie C hingga kembali lagi ke liga tertinggi Brasil kala menerima kembali pinangan Coritiba pada 2015.

Total di sana, Walisson sukses mengemas 88 pertandingan selama empat tahun bermain dengan torehan 3 gol dan 1 asis selama 7.034 menit bermain.

Adapun sejauh ini jumlah tersebut menjadi raihan pertandingan terbanyaknya di sebuah klub.

Petualangan di Asia dan Debut Luar Negeri

Kurang lebih sembilan tahun hanya berlaga di negara asalnya, Walisson kemudian memberanikan diri untuk mencicipi transfer luar negeri pertamanya pada 2021 di Liga Kuwait bersama Al-Fahaheel SC.

Namun, di sana Walisson belum sempat mencatatkan namanya dalam satu pertandingan pun.

Kondisi tersebut membuatnya memilih hijrah ke Liga Vietnam untuk membela Da Nang FC dalam 13 pertandingan di musim 2021/2022.

Debut luar negeri yang kurang memuaskan itu akhirnya membuat sang pemain memutuskan kembali ke tanah airnya.

Kesuksesan Bawa Criciuma Naik ke Serie A

Sekembalinya ke Brasil, Walisson bergabung dengan klub Serie B, Criciuma.

Di sana, Walisson turut berjasa membawa Criciuma naik tahta ke Serie A di musim 2024.

Kendati turut berkontribusi dalam naik levelnya klub tersebut, Walisson menyudahi kontraknya di sana hingga akhirnya memilih kembali berseragam Vila Nova untuk kali kedua, setelah pada musim 2021 juga sempat bermain di sana.

Kini, nilai pasar pemain dengan tinggi badan 187 cm tersebut mencapai Rp434,54 juta.

Alasan Arema FC Pilih Walisson

Menurut General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, Walisson dipilih karena dinilai memiliki karakter permainan yang cocok dengan kebutuhan Singo Edan saat ini.

Manajemen pun menaruh harapan besar agar Walisson Maia bisa segera beradaptasi dan memberi dampak positif.

"Kami berharap Walisson Maia dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan tim dan kompetisi" ucapnya.

"Dengan kualitas yang dimilikinya, kami yakin ia dapat membantu meningkatkan performa serta kestabilan pertahanan Arema FC," imbuhnya. 

Baca juga: Resmi Berpisah, Odivan Koerich Mendadak Tinggalkan Arema FC

Dengan bergabungnya Walisson Maia, Arema FC kini telah melengkapi kuota 11 pemain asing untuk kompetisi Super League 2025-2026.

Kehadiran Maia diharapkan mampu membuat Arema FC tampil lebih konsisten dan kompetitif dalam menghadapi laga-laga krusial ke depan, sekaligus menjaga peluang tim untuk memenuhi target musim ini.

Statistik Walisson Berdasarkan Klub 

Coritiba Foot Ball Club: 88 pertandingan, 3 gol, 1 assist, dan 7.034 menit bermain

Criciúma Esporte Clube: 61 pertandingan, 0 gol, 2 assist, dan 4.557 menit bermain

Vila Nova Futebol Clube (GO): 47 pertandingan, 0 gol, 1 assist, dan 3.191 menit bermain

Baca juga: Ancaman Baru Arema FC, Striker Timnas Indonesia Mauro Zijlstra Siap Debut di Persija

Botafogo Futebol Clube: 23 pertandingan, 1 gol, 0 assist, dan 1.661 menit bermain

Esporte Clube Vitória: 13 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 1.095 menit bermain

SHB Da Nang Football Club: 13 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 1.122 menit bermain

EC Água Santa (SP): 11 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 990 menit bermain

SC Corinthians Paranaense (hingga 2017): 9 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 752 menit bermain

Boa Esporte Clube: 8 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 488 menit bermain

Agremiação Sportiva Arapiraquense (AL): 6 pertandingan, 1 gol, 0 assist, dan 438 menit bermain

Baca juga: Diplot sebagai Winger Arema FC, Gustavo Franca Nikmati Peran Baru dan Siap Jalankan Perintah Pelatih

Atlético de Sorocaba (SP) (hingga 2017): 3 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 206 menit bermain

Fortaleza Esporte Clube: 1 pertandingan, 0 gol, 0 assist, dan 69 menit bermain

Ituano Futebol Clube (SP): belum mencatatkan penampilan resmi.

(TribunWow.com/Suryamalang.com/Rifky Edgar)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.