- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menyampaikan pernyataan keras terhadap Pemerintah Kabupaten Ngada menyusul tragedi meninggalnya seorang siswa sekolah dasar, YBR (11).
Dalam sambutannya di Kupang pada Rabu (4/2/2026), Gubernur Melki mengaku malu dan merasa pemerintah telah gagal dalam melindungi warga negara, khususnya anak-anak dari jeratan kemiskinan.
Melki menyoroti kelalaian Pemda Ngada yang hingga Rabu malam dilaporkan belum mengirimkan perwakilan untuk turun langsung ke rumah duka.
Ia menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan kegagalan menyeluruh, mulai dari pranata pemerintah, sosial, hingga agama yang tidak mampu menangani masalah kemiskinan ekstrem di wilayahnya.
Gubernur bahkan mengaku sempat menghubungi pimpinan daerah setempat melalui pesan singkat namun tidak mendapatkan respons cepat, hingga akhirnya ia menginstruksikan timnya sendiri untuk mengecek ke lapangan.
Sebelumnya, YBR ditemukan meninggal dunia di sebuah pohon cengkeh pada Kamis (29/1/2026) dengan meninggalkan pesan pilu untuk ibunya di selembar kertas putih.
Siswa kelas IV SDN Rutowaja tersebut diduga nekat mengakhiri hidupnya karena tertekan oleh kondisi ekonomi dan persoalan kebutuhan alat tulis sekolah.
Melki Laka Lena menegaskan bahwa kejadian serupa harus menjadi yang terakhir di NTT dan meminta seluruh jajaran kepala daerah untuk lebih peka hadir di tengah masyarakat.