Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Bupati Bener Meriah, Ir Tagore Abubakar menginstruksikan seluruh pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperketat manajemen limbah, Kamis (5/2/2026).
Hal ini menyusul adanya lonjakan volume sampah yang signifikan di beberapa wilayah di Bener Meriah.
Bupati melalui surat resminya menyampaikan, pemerintah mendeteksi adanya penumpukan limbah di beberapa titik lokasi aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dampak langsung dari tingginya intensitas produksi makanan.
Maka dalam hal itu, Bupati menegaskan bahwa pengelolaan sampah wajib mengacu pada Qanun Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pembatasan Penggunaan Kantong Plastik yang melarang penggunaan plastik sekali pakai.
Pimpinan dapur program MBG diminta melakukan langkah nyata dengan memisahkan jenis sampah organik dan non-organik guna membantu pemerintah daerah mengendalikan beban lingkungan.
"Kami berharap saudara dapat ikut andil dalam menangani persoalan tersebut dengan melakukan pemisahan sampah," tulis Tagore Abubakar dalam surat yang ditujukan kepada para pengelola dapur.
Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Sekaligus memastikan program nasional pemenuhan gizi di Kabupaten Bener Meriah tetap berjalan selaras dengan prinsip kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Makan Bergizi Gratis merupakan sebuah program nasional yang diluncurkan pemerintah Indonesia mulai tahun 2025 untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan.
Tujuannya adalah menekan angka stunting, memperbaiki gizi masyarakat, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Baca juga: Usai Meroket, Harga Emas di Bener Meriah Kini Terjun Bebas
Baca juga: Gaji Aparatur Desa di Bener Meriah Macet Sejak Oktober 2025
Baca juga: Harga Emas Hari Ini di Bener Meriah, London Tembus Rp 2,6 Juta per Gram