TRIBUN-MEDAN.com, DELI SERDANG- Selama empat bulan terakhir, jembatan sungai di Jalan Pelita, Desa Sei Beras Sekata, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, belum juga diperbaiki usai terputus.
Berdasarkan amatan Tribun Medan, jembatan darurat yang terbuat dari batang pohon pinang tersebut dibangun secara swadaya oleh kepala lingkungan setempat.
Jembatan sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar dua meter itu dibuat seadanya dan digunakan warga, termasuk anak-anak yang pulang sekolah.
Namun, jembatan tersebut tidak bertahan lama.
Sejumlah pemuda setempat kemudian berinisiatif menambah papan triplek serta batang bambu sebagai tiang pancang agar tetap bisa dilalui.
Tak hanya itu, mereka juga memasang pembatas di sisi jembatan untuk mencegah pengendara sepeda motor terjatuh.
Terlihat para pengendara sepeda motor harus bergantian saat melintasi jembatan tersebut.
Meski demikian, jembatan hanya dapat dilewati kendaraan tertentu, seperti becak bermotor (bentor).
Warga setempat, Rafli, mengatakan jembatan sungai tersebut sudah hampir empat bulan tidak diperbaiki.
Selama ini, akses warga hanya mengandalkan jembatan sementara dari batang pohon pinang.
Diduga, jembatan rusak akibat diterjang arus banjir yang terjadi pada 27 November 2025 lalu. Hingga kini, belum ada tindakan dari pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan.
“Untuk saat ini bantuan dari pemerintah belum ada,” ujar Rafli kepada Tribun Medan, Kamis (5/2/2026).
Sementara itu, dua pemuda terlihat berjaga di atas jembatan sambil membawa palu dan tang. Mereka memastikan kondisi jembatan tetap aman dilalui.
“Biasanya ada paku yang menonjol, jadi kami paku kembali supaya pengendara yang melintas tidak bocor ban,” katanya.
Di tengah jembatan tampak sebuah kotak bekas air mineral yang diletakkan sebagai wadah sumbangan sukarela dari para pengendara.
“Kami tidak meminta secara paksa. Pengendara memberi bantuan seikhlasnya untuk membeli makanan dan minuman,” pungkasnya.
(Cr9/Tribun-medan.com)