TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Yogyakarta International Airport (YIA) hingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo mengantisipasi masuknya Virus Nipah.
Apalagi, Bandara YIA di Kulon Progo menjadi pintu masuk warga negara asing untuk masuk wilayah DIY.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jogja, Virus Nipah pertama kali dilaporkan di Malaysia tahun 1999.
Gejala awalnya berupa demam, sakit kepala, sulit bernapas, hingga diare dan bisa menyebabkan kematian jika gejalanya berat.
General Manager YIA Kulon Progo, Ruly Artha, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi masuknya Virus Nipah.
Salah satunya lewat pemeriksaan secara menyeluruh bagi penumpang mancanegara.
"Kami sediakan petugas dan peralatan pemindai suhu (Thermal Scanner) di Kedatangan Internasional, termasuk pemeriksaan epidemiologi dan pengambilan sampel," kata Ruly memberikan keterangannya pada Kamis (05/02/2026).
Peralatan Pemindai Suhu nantinya akan digunakan untuk mendeteksi kondisi penumpang secara visual.
Petugas pun disiagakan untuk menangani penumpang yang mengeluhkan kondisi kesehatannya.
Ruly mengatakan sudah berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Yogyakarta untuk antisipasi dan penanganan Virus Nipah.
Termasuk dengan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Yogyakarta untuk pemeriksaan sampel.
"Apabila ada pembaharuan terkait upaya pencegahan dan penanganan di bandara, akan segera dikomunikasikan oleh BKK Yogyakarta," ujarnya.
Ruly mengatakan saat ini belum ada perubahan mendasar dalam proses identifikasi awal, pemeriksaan, dan penanggulangan.
Sebab prosesnya masih mengikuti prosedur gejala serupa influenza atau Influenza Like Illness (ILI).
Baca juga: Petugas Keamanan RS PKU Muhammadiyah Nanggulan Kulon Progo Diduga Jadi Korban Pengeroyokan
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo, Susilaningsih mengatakan saat ini sedang meningkatkan kewaspadaan terhadap Virus Nipah.
Apalagi dengan adanya Surat Edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang diterima belum lama ini.
"SE itu sudah kami sampaikan ke Tim Epidemiologi Kabupaten mingguan dan akan disampaikan ke seluruh fasilitas kesehatan (faskes)," ungkapnya.
Susilaningsih mengatakan sudah ada langkah tindak lanjut dari SE Kemenkes.
Seperti melakukan pemantauan kewaspadaan melalui SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon) dan mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan faskes untuk deteksi dini.
Dinkes Kulon Progo saat ini juga sudah berkoordinasi dengan BKK Yogyakarta untuk mengantisipasi masuknya Virus Nipah.
Apalagi sudah ada dokumen rencana kontingensi untuk menguatkan koordinasi kedua instansi.
"Sampai saat ini belum ada laporan temuan warga yang diduga atau pun benar-benar terpapar Virus Nipah di Kulon Progo," kata Susilaningsih.(*)