Sambut Ramadan, PSHT Deklarasikan Komitmen Jaga Kamtibmas Jogja
February 05, 2026 05:01 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Yogyakarta menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) jelang bulan suci Ramadan.

​Komitmen tersebut dituangkan melalui deklarasi bersama sekaligus ajang silaturahmi dan doa bersama antara PSHT dengan jajaran Polda DIY, pada Rabu (4/2/2026) malam.

​Ketua PSHT Cabang Sleman Pusat Madiun, Parwoto, memimpin langsung kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pengurus cabang, ketua ranting, komisariat, hingga para pelatih. 

​Ia pun menegaskan, pihaknya siap terjun langsung memastikan situasi di masyarakat tetap kondusif, terutama saat umat Muslim menjalankan ibadah puasa.

​"Ini menjadi momen silaturahmi sekaligus komitmen kami untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan masing-masing. Sebentar lagi kita menyambut bulan Ramadan, dan kami siap berkolaborasi sesuai dengan kemampuan yang kami miliki," ujarnya.

​Dalam kesempatan tersebut, Parwoto juga menyampaikan apresiasinya kepada Polda DIY yang telah memberikan dukungan berupa bantuan alat olahraga bagi para anggota.

"Kami berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ini tentu sangat bermanfaat untuk menunjang kegiatan positif teman-teman PSHT," tambahnya.

Baca juga: Tol Prambanan–Purwomartani Akan Dibuka Fungsional saat Lebaran 2026, Ini Skema yang Disiapkan

Perkuat Sinergi

​Sementara, perwakilan Intelkam Polda DIY, Ipda Arif Dwi Prasetyo, menilai silaturahmi ini sangat krusial untuk memperkuat sinergitas kepolisian dengan organisasi kemasyarakatan di DIY.

​Menjelang Ramadan, ia secara tegas mengimbau masyarakat, termasuk anggota PSHT, untuk menghindari kegiatan yang memicu kerumunan di jalanan.

​"Kami mengimbau untuk menghindari konvoi atau sahur on the road. Lebih baik sahur di masjid atau di rumah masing-masing. Berdasarkan pengalaman beberapa tahun terakhir, sahur on the road sering memicu hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya.

​Tak hanya soal ketertiban di jalanan, kepolisian juga mewaspadai kerawanan tindak kriminalitas saat rumah ditinggal pemiliknya untuk beribadah di masjid.

​"Ketika tarawih, rumah dalam kondisi kosong, ini bisa memancing pelaku kejahatan. Pastikan rumah dikunci dengan baik agar tetap aman," pesannya.

​Terakhir, di era digital, Arif meminta seluruh elemen masyarakat untuk lebih dewasa dalam memilah informasi agar tidak terjebak hoaks yang dapat memecah belah warga.

​"Kami berharap masyarakat saring sebelum sharing. Informasi yang didapatkan di jejaring online harus dicek sumbernya agar tidak menimbulkan keresahan,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.