WARTAKOTALIVE.COM- Kodam IV/Diponegoro buka suara perihal anggota TNI foto bersama dengan Anies Baswedan.
Momen tersebut terjadi ketika Anies Baswedan berada di sebuah Rumah makan di Karanganyar, Jawa Tengah pada Senin (2/3/2026).
Kepala Penerangan Kodam IV/Diponegoro Kolonel Inf Andy Soelistyo membenarkan bahwa tiga pria yang berfoto bersama Anies Baswedan merupakan anggota intelijen dari Kodim Karanganyar.
Namun, dia membantah keberadaan mereka untuk memata-matai pergerakan Anies Baswedan.
Andy mengatakan Kodam sebelumnya menerima data bahwa ketiga pria tersebut merupakan mitra. Namun, hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan fakta yang berbeda.
"Sehubungan dengan beredarnya video bapak Anies Baswedan yang berfoto dengan orang yang disebutkan dalam video anggota Intel Kodim dan Korem. Kami sampaikan penjelasan Bahwa dari hasil pendalaman yang kami lakukan, kami sampaikan bahwa benar 3 orang yang berfoto dengan Bapak Anies di video tersebut adalah anggota Intel Kodim Karanganyar," kata Andy dalam rilisnya, Rabu (4/2/2026) dilansir dari Tribun Jateng
Baca juga: Momentum 3 Intelijen TNI di Karanganyar Gelagapan saat Anies Baswedan Mengetahui Penyamaran Mereka
Andy menjelaskan, pertemuan antara anggotanya dengan Anies Baswedan terjadi di Warung Soto Mbok Giyem, Kabupaten Karanganyar.
Menurutnya, keberadaan tiga anggota tersebut murni karena makan siang.
"Saat dikonfirmasi, anggota menyampaikan bahwa keberadaan mereka di sana adalah murni sekedar untuk makan siang, selepas menghadiri rapat pemantauan wilayah, kehadiran mereka murni untuk makan siang dan tidak mengetahui bahwa Bapak Anies juga akan makan siang di tempat yang sama," ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran Anies Baswedan di warung tersebut bersifat kebetulan.
"Secara kebetulan, hadir Bapak Anies di Warung Mbok Giyem. Kemudian ketiga anggota tersebut diajak berfoto bersama oleh Bapak Anies," katanya.
Andy menegaskan, tidak ada kepentingan dari anggotanya untuk mengawasi kegiatan Anies Baswedan.
Ia menyatakan bahwa status Anies saat ini adalah warga masyarakat biasa.
Dipergoki Anies
Anies Baswedan sudah lama mengetahui pergerakannya ke berbagai wilayah dipantau oleh intelejen dari beberapa institusi negara.
Beberapa waktu lalu, Anies pernah menyinggung soal fenomena itu
Anies saat menjadi tamu dalam acara di Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada pada Selasa (27/8/2025) lalu pernah berkisah bahwa dirinya diikuti oleh sejumlah intel berpakaian preman saat berkunjung ke Purworejo, Jawa Tengah.
Terbaru, dia menyadari bahwa dirinya dibuntuti sejumlah intel saat dia berkunjung ke Karanganyar, Jawa Tengah
Anies mengunjungi Karanganyar dalam rangka melakukan peresmian Jembatan Titian Persatuan yang menghubungkan Desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono dan Kampung Klotok, Kelurahan Bolong, Kabupaten Karanganyar, Jumat (30/1/2026).
Baca juga: Penjelasan Versi Kuasa Hukum, Anggota Banser Cipondoh Berusaha Tusuk Bahar Smith di Acara Pengajian
Video momen pertemuan Anies dengan tiga orang intel diunggah akun Instagram @lambe_anies pada Minggu (1/2/2026).
Anies yang melihat beberapa pria terus mengawasinya, langsung menyapa.
Pria berpakaian sipil itu pun terkejut ketika Anies baswedan mengetahui penyamarannya
Seorang di antara mereka tertawa kecut.
Tampak Anies yang mengenakan kemeja abu-abu, mengajak tiga orang laki-laki yang diduga intel dari TNI.
Intel diketahui merupakan kependekan dari intelijen, yang mana dalam konteks keamanan, militer, atau kepolisian, merupakan kegiatan pengumpulan, pengolahan, hingga analisis informasi tertentu.
Baca juga: Duduk Perkara Bahar Smith Bikin Babak Belur Anggota Banser yang Datangi Pengajiannya di Tangerang
Dalam video tersebut, Anies mengajak mereka berfoto bersama.
"Ayo bareng-bareng, yang tugas malah enggak difoto. Ayo foto bareng-bareng daripada sembunyi-sembunyi toh, kita enakan foto bareng, mas," ucap Anies.
Anies kemudian bertanya dari mana mereka bertugas.
Mereka menjawab dari Komando Resor Militer (Korem) dan Komando Distrik Militer (Kodim) Karanganyar.
Salah satu dari mereka mencoba menjelaskan bahwa dia baru saja melakukan kegiatan.
Baca juga: Anak Jenderal Hoegeng Kisahkan Perjuangan Ibunya sebelum Wafat, 6 Tahun Terbaring karena Sakit Ini
"Saya tadikan habis kegiatan," ungkap pria berbaju merah marun. Tetapi, Anies langsung menimpali.
"Halah ojo ngono (jangan begitu), saya sekarang kemana-mana sekarang selalu ditemenin, jadi terima kasih dijagain, salam buat komandannya," ungkap Anies.
Juru Bicara Anies Baswedan, Sahrin Hamid, membenarkan kejadian itu.
"Iya betul," ungkapnya saat dihubungi Tribunnews melalui pesan singkat, Selasa (2/2/2026).
Sahrin mengatakan, momen itu terjadi sebelum Anies Baswedan meresmikan jembatan di Karanganyar.
Tetapi, Sahrin tidak bisa memberikan informasi lebih lengkap bagaimana awal mula Anies menyadari keberadaan diduga intel tersebut.
Lantaran, Sahrin tidak mendampingi Anies di Karanganyar.
Tribunnews telah meminta informasi lebih lanjut mengenai kronologi tersebut kepada jubir lain yang mendampingi Anies, namun belum mendapat jawaban.
Sementara dari pihak TNI belum memberikan keterangan mengenai hal ini.
Peresmian Jembatan
Jembatan gantung itu resmi menggantikan jembatan lama yang terbuat dari bambu setelah puluhan tahun digunakan.
Anies Baswedan mengatakan, penentuan lokasi jembatan yang menghubungkan Kelurahan Bolong, Kecamatan Karanganyar, dan Desa Sambirejo, Kecamatan Jumantono, berasal dari usulan warga serta hasil survei potensi dari tim Aksi Bersama.
"Alhamdulillah, jembatan yang kita namakan Titian Persatuan yang menghubungkan Desa Sambirejo dan Kelurahan Bolong di Kabupaten Karanganyar telah selesai dibangun dan bisa digunakan masyarakat," kata Anies saat ditemui usai acara, Jumat.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu mengatakan, pembiayaan pembangunan jembatan dilakukan secara kolektif melalui crowdfunding dan donatur perorangan yang jumlahnya lebih dari 20 ribu orang.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut dilakukan oleh warga setempat.
Anies juga berpesan agar masyarakat merawat jembatan itu bersama-sama.
"Pembangunan jembatan ini merupakan hasil gotong royong warga dan tim Aksi Bersama. Dengan adanya jembatan ini, diharapkan dapat meningkatkan interaksi ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan antar dua desa," ujarnya.
Sementara itu Kepala Desa Sambirejo, Suhardi, mengaku warganya senang dengan keberadaan jembatan tersebut.
Pasalnya, masyarakat kini bisa melintasi jembatan dengan lebih tenang."Alhamdulillah, warga senang, bisa lewat jembatan dengan tenang, tidak perlu menggunakan jembatan lama lagi," kata dia.
Pengertian Intel
Intel atau Intelijen: Merujuk pada aktivitas pengumpulan dan analisis informasi yang relevan untuk kepentingan keamanan, politik, dan strategi.
Tujuan utama:
Peran Intel
Contoh Intelijen
Kehadiran intel sering kali tidak terlihat langsung oleh masyarakat, karena tugas mereka memang dilakukan secara tertutup.
Intelijen berperan besar dalam menjaga keamanan negara, namun juga sering menjadi sorotan publik.